Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Menguat, Agenda Menghadang Calon Dinasti 

Fredy Belum Terima Undangan

05 Desember 2019, 09: 25: 16 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PUTRA MAHKOTA: Fredy Ardliyan Syah (tengah) saat kegiatan Liga Santri Nusantara (LSN) 2019 bersama ayahnya Bupati Tuban Fathul Huda dan wabup Noor Nahar Hussein. 

PUTRA MAHKOTA: Fredy Ardliyan Syah (tengah) saat kegiatan Liga Santri Nusantara (LSN) 2019 bersama ayahnya Bupati Tuban Fathul Huda dan wabup Noor Nahar Hussein.  (Zakki Tamami/ Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban-Kian kuat agenda Poros Perubahan untuk menghadang dua calon dari dinasti lama maupun dinasti baru pada Pilkada 2020. Terbukti, meski pertemuan beragenda mempertemukan seluruh bacabup-bacawabup tinggal empat hari, Fredy Ardliyan Syah belum menerima undangan. 

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, putra sulung Bupati Tuban Fathul Huda itu mengaku belum menerima undangan dari poros yang digalang Partai NasDem, PPP, PAN, dan Partai Demokrat itu. Berdasarkan informasi, undangan sudah dilayangkan Poros Perubahan kepada sejumlah bacabup dan bacawabup sejak beberapa hari lalu. 

‘’Dereng (belum menerima undangan). Atau mungkin saya belum dikirimi. Atau sudah dikirim, tapi belum tak baca, juga beda lagi,’’ kata Fredy Ardliyan Syah dengan kalimat bernada politis. 

Menurut dia, kalau diundang dan dirinya masih di luar kota, tentu tak bisa datang. ‘’Kalau tidak diundang, ya nggak masalah,’’ tegas dia. 

Kepada wartawan koran ini, Fredy kembali mempertegas keseriusannya dengan mengikuti kontestasi pesta demokrasi yang tinggal setahun. ‘’Pokok tenanan dengan segala keterbatasan,’’ sindir dia tanpa menyebut makna keterbatasan. Perlu diketahui, Fredy tercatat melamar dalam penjaringan bacabup-bacawabup yang dibuka tiga partai sekaligus. Ketiga parpol tersebut, DPC PDI Perjuangan, DPD Partai NasDem, dan DPC Partai Gerindra Tuban. Meski tidak pernah menyampaikan restunya, dalam sebuah kesempatan, Bupati Fathul Huda sempat mengisyaratkan kalau putranya merupakan pemimpin masa depan.

Lindra, putra Bupati Tuban periode  2001-2011 Haeny Relawati Rini Widyastuti yang diwacanakan maju pasca ibunya merestui, seperti juga tidak muncul dalam daftar undangan. Kemungkinan, ketua DPD Partai Golkar Tuban yang berpeluang besar berangkat dari partainya sendiri tersebut juga tidak diundang. 

Sejumlah bacabup dan bacawabup kepada wartawan koran ini mengaku sudah menerima undangan dari Poros Perubahan. Salah satunya M. Imam Sholikhin, bacawabup yang mendaftar di DPC Partai Gerindra dan DPC PDI Perjuangan. ‘’Barusan tak pasang status (WhatsApp) undangannya,’’ jawab dia. 

Senada disampaikan Adi Widodo. Bacabup dan bacawabup dari DPC PDI Perjuangan, DPD Partai NasDem, dan DPC Partai Gerindra itu mengaku sudah menerima undangan. ‘’Alhamdulillah sampun,’’ jawab dia singkat. 

Eko Wahyudi, bacabup lain juga mengaku telah menerima undangan. Hanya saja, Kang Yudi, sapaan akrabnya belum mengetahui agendanya. ‘’Sampun, Mas,’’ jawab dia. 

Diberitakan sebelumnya, kemunculan dua putra mahkota, Aditya Halindra Faridzky dan Fredy Ardliyan Syah dalam wacana pencalonan bupati pada Pilkada 2020 tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti, Poros Perubahan yang selama ini relatif santai menunggu perkembangan politik, tidak bisa menyembunyikan kegerahannya terkait ''turun gunungnya'' putra Bupati Tuban periode 2001-2011 Haeny Relawati Rini Widyastuti dan putra Bupati Tuban periode 2011-2020 Fathul Huda di panggung kontestasi pilkada.

Pekan ini, poros politik dengan modal 12 kursi DPRD Tuban itu bermanuver. Poros politik yang digalang PAN, PPP, Partai NasDem, dan Partai Demokrat itu mengagendakan mengundang bacabup dan bacawabup di kantor Sekretariat Bersama Poros Perubahan Kompleks Ruko Royal Park, Jalan Letda Sutjipto Minggu (8/12) malam. 

Sekitar 10 hingga 12 bacabup dan bacawabup yang diundang. Hanya saja sampai saat ini enggan membeber siapa saja yang dikirim undangan tersebut. Seluruh partai deklarator Poros Perubahan masih merahasiakan. 

Keberadaan Poros Perubahan memang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam kontestasi menuju Pilkada 2020. Koalisi yang mendeklarasikan diri pada 3 November tersebut menawarkan perubahan besar di Tuban. Salah satu visi yang diusung adalah pengentasan kemiskinan dan kukuhnya industrialisasi. 

Jika berkaca pada platform politiknya yang antidinasti lama maupun dinasti baru, kecil kemungkinan putra mahkota diundang. Karena itu, sangat mungkin agenda besar yang direncanakan sekarang ini justru untuk menghadang putra mahkota.

(bj/zak/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia