Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Sebagian Pelamar CPNS yang TMS

Terganjal Akreditasi - IPK 

05 Desember 2019, 09: 13: 31 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Terganjal Akreditasi - IPK 

(ainur ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Verifikasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Lamongan terus berlanjut. Saat ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan sudah memverifikasi 80 persen berkas yang berhasil diunggah pelamar. 

Jika total pendaftar seleksi CPNS ada 7.800 orang, maka 6.240 berkas pelamar yang sudah diverifikasi. BKD mendata sekitar 25 persen dari berkas yang telah diverifikasi tersebut tidak memenuhi syarat (TMS), yakni sekitar 1.560 pelamar. 

‘’Verifikasi terus berlanjut. Untuk data (detail) memang belum bisa diinfokan. Jika tidak ada perubahan, 12 Desember akan diumumkan serentak,” ujar Sekretaris BKD Lamongan, Yuli Utami. 

Menurut dia, verifikasi dilakukan tim kabupaten. BKD mendapatkan instruksi dari BKN supaya verifikasi dilakukan secara tertutup. Alasannya, agar tidak menimbulkan polemik di tingkat bawah. 

Nantinya, lanjut dia, jika ada yang keberatan, maka pemkab sudah menyiapkan waktu sanggah selama tiga hari. Rencana awalnya, pengumamannya 16 Desember mendatang. Namun, jadwal diajukan menjadi 12 Desember nanti. “Kita hanya menyesuaikan arahan pusat saja. Infonya memang satu minggu lagi (pengumumannya),” imbuhnya. 

Yuli menuturkan, selama proses verifikasi ada banyak dokumen pelamar yang TMS. Alasannya beragam. Jika  sebelumnya lebih banyak karena dokumen tidak terbaca, maka sekarang ditemukan akreditasi  jurusan tidak sesuai. 

Tahun ini, syarat yang harus dipenuhi pelamar adalah akreditasi program studi. Calon pelamar juga harus memenuhi standar IPK. Yuli mencontohkan akreditasi  program studi A minimal IPK yang harus dipenuhi 2,9. Akreditasi program studi B minimal IPK 3,1. Sedangkan akreditasi program studi C minimal IPK 3,3. 

Menurut dia, ada beberapa peserta yang IPK-nya tidak sesuai. Ada juga akreditasi yang diunggah peserta bukan program studi, melainkan kampus. Selain itu, ditemukan pelamar tidak linear dengan jurusannya. 

“Verifikasi ini kan harus hati-hati supaya tidak menimbulkan komplain nantinya,” tuturnya. 

Bagi pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, lanjut dia, bisa masuk ke tahap selanjutnya, seleksi kompetensi dasar (SKD). Pelaksanaan SKD di Kabupaten Gresik. Dia berharap seluruh pelamar tetap menyimpan nomer registrasi agar saat pelaksanaan tes bisa lebih maksimal.

(bj/rka/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia