Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
PDAM Sempat Matikan Distribusi

Bengawan Menghitam

DLH Belum Beber Hasil Uji Lab

05 Desember 2019, 08: 30: 22 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KERUH: Seorang warga di sekitar TBS mengambil air dibungkus plastik yang terlihat menghitam. 

KERUH: Seorang warga di sekitar TBS mengambil air dibungkus plastik yang terlihat menghitam.  (Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Air Sungai Bengawan Solo persisnya di Kecamatan Kota, kondisinya parah. Pantauan kemarin sore (4/12) warnanya menghitam. Tentu, warna air keruh ini mengagetkan warga setempat yang melintas dengan perahu penyeberangan di Taman Bengawan Solo (TBS).

Dugaan pencemaran dengan menghitamnya air ini sudah terjadi seminggu lalu di Kecamatan Ngraho dan Padangan. Bahkan, PDAM Bojonegoro minggu lalu sempat mematikan distribusi air bengawan kepada pelanggannya selama satu hari. 

Itu menyusul diterimanya keluhan dari pelanggan di Kecamatan Padangan, karena warna air mengeruh seiring air bengawan menghitam. “Pekan lalu kami matikan satu hari distribusi air yang menggunakan air bengawan. Tapi, setelahnya sudah normal kembali,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Joko Siswanto.

Joko, sapaan akrabnya, menerangkan, pihaknya masih menunggu informasi terkait hasil uji laboratorium sampel air bengawan yang diambil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro pada 24 November lalu. Karena air baku PDAM Bojonegoro yang didistribusikan ada tiga sumber, yakni air bengawan, mata air, dan sumur bor.

Sumber air baku PDAM yang berasal dari pengolahan air bengawan, di antaranya wilayah Kecamatan Padangan, Purwosari, Kanor, Sumberrejo, dan Trucuk. Air bengawan tersebut diolah menggunakan instalasi pengolahan air (IPA) di wilayah Kecamatan Trucuk, Padangan, Purwosari, dan Kanor.

“Kami sudah mengantisipasi dengan IPA. Serta kami siapkan tandon apabila kondisi air baku mengeruh, tetapi warga juga sebisa mungkin menandon air buat jaga-jaga,” jelasnya.

Saat ini PDAM sudah mengaver 14 kecamatan dari total 28 kecamatan. Jumlah pelanggannya saat ini sudah mencapai 37.895 pelanggan. 

Sementara itu, DLH Bojonegoro hingga kini belum memberikan keterangan terkait hasil uji laboratorium sampel air Bengawan Solo. Kepala DLH Bojonegoro Hanafi mengatakan, sudah menerima hasil uji laboratorium dan akan segera dipublikasikan. Pihaknya tetap menegaskan agar masyarakat tetap waspada.

“Data hasil uji laboratoriumnya akan kami sampaikan, insya Allah besok (hari ini, Red),” ujar dia.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia