Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Terbukti Pemalsuan Akta Jual Beli Tanah

Oknum Pengacara Terima Divonis Dua Tahun

03 Desember 2019, 07: 55: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TAK BANDING: Tersangka usai menjalani sidang putusan. Oknum tersangka ini menerima divonis dua tahun.

TAK BANDING: Tersangka usai menjalani sidang putusan. Oknum tersangka ini menerima divonis dua tahun.

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kunardi, oknum pengacara menerima vonis penjara dua tahun setelah terbukti pemalsuan surat akta jual beli tanah di Desa Kunci, Kecamatan Dander. Terpidana tidak mengajukan banding hingga batas akhir. Juga, jaksa penuntut umum (JPU) tak banding. Sehingga, perkara sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Sunaryo Abumain, pengacara terpidana menerangkan, hingga batas akhir memberikan tanggapan pikir-pikir kepada terdakwa, kliennya tak berikan informasi apapun. Sehingga, otomatis putusan majelis hakim telah inkracht. 

“Hingga batas waktu terakhir hari ini (kemarin, Red) menyampaikan banding atau tidak, Kunardi tidak memberikan informasi. Sehingga, otomatis putusan majelis hakim itu inkracht,” ujar Mbah Naryo, sapaan akrabnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Arfan Halim mengatakan, pihaknya tak ajukan banding. Berdasar tuntutan JPU, yakni pidana penjara selama 3 tahun dan putusannya pidana penjara 2 tahun itu sudah melebihi setengah. 

“Kami tak ajukan banding, karena putusannya juga sudah di atas setengah dari tuntutan JPU,” terangnya.

Perlu diketahui, bahwa terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana berupa menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam surat otentik berupa akta jual beli tanah.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia