Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Rencana Malam Ini Melintas Kota

Mulai Tahap Genting, Lewati Lima Jembatan 

03 Desember 2019, 07: 15: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KENDARAAN RAKSASA: Kendaraan alat berat menuju lapangan JTB butuh pengamanan ekstra. Rencana nanti malam mulai melintas kawasan kota dan lima jembatan.

KENDARAAN RAKSASA: Kendaraan alat berat menuju lapangan JTB butuh pengamanan ekstra. Rencana nanti malam mulai melintas kawasan kota dan lima jembatan. (ist/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pengangkutan absorber alat berat produksi gas menuju Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) memasuki tahap-tahap genting. Rencananya, malam ini (3/12) giliran akan melintasi kawasan perkotaan dan melintasi lima jembatan hingga di JTB.

Jembatan yang darurat dilintasi alat berat sekitar 113 ton tersebut pun sebelumnya sudah dicek dan ditambah kekuatannya. Rencana ini, jika absorber yang melintas tadi malam (2/12) bisa sampai dan parkir di Jembatan Timbang Baureno. 

Sebab, rencananya tadi malam dari PKU Muhammadiyah akan melintasi Jalan Gotong Royong Babat. ’’Sesuai rencana setelah rest area PKU Muhammadiyah Babat, selanjutnya di Jembatan Timbang Baureno,’’ kata Site Manager PT Rekind Zainal Arifin kemarin (2/12).

Kemarin siang, petugas mengecek ketinggian Jembatan Semarmendem, Kecamatan Baureno. Ini dilakukan karena pengangkutan absorber mulai melintasi jembatan dan jalan di sepanjang Bojonegoro. 

Dia menambahkan, setelah dari Jembatan Timbang Baureno akan dilanjutkan menuju ke Bojonegoro Kota. Sehingga, diprediksi malam ini akan melintasi kawasan kota Bojonegoro. Sesuai rencananya, rest area selanjutnya menuju SPBU Sudu, Kecamatan Gayam.

Yang menjadi perhatian ketika melintas lima jembatan. Yakni, Jembatan Semarmendem, Kecamatan Baureno; Jembatan Besuki, Kecamatan Sumberrejo; Jembatan Pacal, Kecamatan Kapas. Juga, Jembatan Jetak di Kecamatan Kota dan Jembatan Kalitidu.

Ukuran besar dan beratnya alat untuk proyek gas tersebut dipastikan pengangkutan tak bisa sesuai rencana awal. Sebelumnya, ditargetkan sampai di Lapangan JTB pada 2 Desember. Namun, akhirnya molor.

Karena fakta di lapangan berbeda dengan jadwal yang sudah disusun PT Rekind selaku rekanan PT Pertamina EP Cepu untuk pengembangan Lapangan JTB. 

Keterlambatan itu, karena Sabtu malam (30/11), kendaraan multi-axle 1 (pengangkut absorber) tidak berjalan. Alasannya, saat malam minggu banyak warga liburan dan laju kendaraan padat.

(bj/msu/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia