alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro
DLH Blora Duga Pencemaran Limbah Ciu

Air Bengawan Menghitam Kian Parah

27 November 2019, 16: 58: 15 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KERUH: Air bengawan terlihat keruh ketika dibandingkan dengan air sumur di sekitar Jembatan Padangan. 

KERUH: Air bengawan terlihat keruh ketika dibandingkan dengan air sumur di sekitar Jembatan Padangan. 

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Masyarakat di pinggir bantaran Bengawan Solo di Kecamatan Ngraho dan Padangan, mulai mengeluh kondisi air sungai menghitam. Kondisi air tak jernih ini diduga pencemaran dari hulu. Bahkan, wisata air kracakan yang berbatasan antara Ngraho dan Kabupaten Blora, kini airnya tak menarik karena terlihat menghitam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi membenarkan dan telah menerima informasi yang sama dari masyarakat di wilayah Kecamatan Ngraho. Namun, pihaknya belum berani berkomentar banyak terkait penyebab menghitamnya warna air Bengawan Solo. 

DLH, menurut Hanafi, masih menunggu hasil uji laboratorium terkait kualitas dan kandungan sampel air yang diambil pada Minggu (24/11) lalu. Sampel air diambil di kawasan Bendung Gerak.

’’Saya belum berani menjawabnya, insya Allah pekan ini hasil uji laboratorium sudah keluar,’’ tuturnya. 

Uji laboratorium itu dilakukan di Surabaya. Sebab, di Bojonegoro belum ada alatnya. Kemungkinan tahun depan, DLH akan melakukan pengadaan alat penguji kualitas air tersebut. 

Saat ini, Hanafi mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah atau limbah sembarangan yang bisa memperparah kualitas air Bengawan Solo. ’’Masyarakat juga harus lebih hati-hati apabila hendak memanfaatkan air Bengawan Solo,’’ tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Blora Sugeng Sumarno mengatakan, pencemaran air bengawan mulai tampak parah sejak Senin (25/11). Bahkan, sesampainya di wisata air kracakan.

Air bengawan itu kini berwarna hitam sepanjang Bengawan Solo di aliran Cepu dan Padangan, Bojonegoro. Diduga penyebab hitam itu berasal dari limbah ciu, salah satu jenis minuman keras. ’’Praduga cemaran dari hulu pabrik ciu,’’ ujarnya.

Hanya, dari mana asal limbah tersebut, pihaknya tidak bisa memastikan. Karena wewenang bengawan ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Begitu juga penindakan, berada di DLH Jateng. ’’Kewenangannya ada di provinsi,’’ ujarnya.

Sebelumnya, DLH Jateng sempat melakukan penyisiran. Untuk mencegah pencemaran. Tapi kini pencemaran kembali terjadi. Dan, kini dilakukan pengambilan sampel air untuk diuji laboratorium. 

’’Untuk memastikan kandungan airnya, diadakan cek air bengawan. Dan membawa putugas laboratorium provinsi untuk ambil sampel air,’’ pungkasnya. 

(bj/gas/fud/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia