Selasa, 21 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Dua Pasar Daerah Batal Direvitalisasi 

24 November 2019, 14: 27: 48 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MENDESAK DIREVITALISASI: Bangunan Pasar Kota Bojonegoro yang kumuh dan bangunannya jauh dari kesan modern. 

MENDESAK DIREVITALISASI: Bangunan Pasar Kota Bojonegoro yang kumuh dan bangunannya jauh dari kesan modern.  (Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Empat pasar daerah di Bojonegoro mendesak membutuhkan sentuhan perbaikan. Di antaranya, Pasar Banjarejo, Pasar Kota Bojonegoro, Pasar Hewan Keboan, dan Pasar Sroyo. Pada APBD 2020, pemkab setempat hanya menganggarkan revitalisasi Pasar Sroyo dan Pasar Banjarejo.

Pasar Sroyo dianggarkan sekitar Rp 13 miliar yang pembangunannya terbagi dua tahap. Tahun ini, fokus meratakan bangunan, membangun pondasi, menyiapkan pasar sementara, dan tempat relokasi para pedagang. Sisanya tahun depan.

Sementara Pasar Banjarejo  dianggarkan Rp 4,9 miliar.

"Pasar Sroyo sudah berjalan. Sedangkan Pasar Banjarejo baru berjalan," kata Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Sukaemi.

Menurut Kemi, panggilan akrabnya, Pasar Kota sudah direncanakan revitalisasi 2020 mendatang. Namun, ada kendala terkait anggarannya yang belum mencukupi. Karena itu, hanya dua pasar itu saja yang tersentuh perbaikannya.

‘’Sebenarnya sudah kita target 2020 dikerjakan, tapi anggarannya belum mencukupi. Sebab, dana bagi hasil minyak belum turun,’’ ujar mantan Camat Tambakrejo itu.

Bukan hanya itu. Pasar Hewan Keboan juga termasuk dalam perencanaan dan mendesak direvitalisasi. Namun, urung terlaksana karena anggarannya perlu dikaji lebih lanjut. Salah satunya terkait lokasi pasar sementara.

‘’Masih perlu memikirkan lokasi lahan sementara. Kita punya lahan, tapi kurang cocok karena lokasinya terlalu masuk dan kurang strategis," jelas pria asal Kecamatan Sumberrejo itu.

Perlu diketahui, Pemkab Bojonegoro menaungi sebelas pasar daerah. Kesebelas pasar tradisional tersebut, Pasar Sroyo, Pasar Kedungadem, Pasar Sugihwaras, Pasar Sumberrejo, Pasar Kanor, Pasar Kota, Pasar Kalitidu, Pasar Padangan, Pasar Malo, Pasar Hewan dan Pasar Dander.

Di bagian lain, Kemi mengatakan, pemkab tidak melarang pemerintah desa mengelola pasar. Namun, seluruhnya harus dikoordinir secara mandiri dan maksimal. Termasuk jika pasar membutuhkan revitalisasi.

(bj/dny/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia