Kamis, 20 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Manisnya Kelengkeng Sugihan

23 November 2019, 15: 59: 52 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Manisnya Kelengkeng Sugihan

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Selain belimbing tasikmadu, Tuban memiliki agrowisata lain yang tak kalah menarik. Yakni, agrowisata kebun kelengkeng. Wisata berbasis petik buah yang berlokasi di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak tersebut memiliki lebih dari seribu pohon kelengkeng. Sebagian besar ditanam di lahan desa. Selebihnya di lahas warga seluas 5 hektare (ha).

Kepala Desa Sugihan Warsito mengatakan, bibit kelengkeng yang ditanam sejak tiga tahun terakhir merupakan bantuan dari Pemkab Tuban melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2016. Keseriusan warga sekitar membuat ribuan pohon tersebut tumbuh sumbur dan menjadi salah satu ikon wisata di desanya. ‘’Sejak ditanam, sudah dua kali panen dan dijual jadi oleh-oleh,’’ ujar dia. 

Warsito mengatakan, ada perbedaan signifikan kelengkeng khas Tuban dan daerah lain. Kelengkeng Sugihan memiliki tekstur kulit bauh yang lebih tebal karena biji buah sangat kecil. Namun, yang menjadi kekurangan adalah kulit kelengkeng tersebut terlihat lebih gelap dibanding kelengkeng pada umumnya. ‘’Yang digunakan bibit kateki, salah satu varietas unggulan. Ditambah lahan yang subur, membuat buah lebih manis,’’ tuturnya.

Kepala desa dua periode itu mengatakan, sementara ini kebun kelengkeng masih dikonsep budidaya milik warga. Beberapa kali kunjungan ke desa setempat juga masih terbatas edukasi cara penanaman dan perawatan pohon. Diharapkan, kelengkeng akan menjadi salah satu buah oleh-oleh khas Tuban. ‘’Meski lokasi wisatanya masih dalam proses pendirian, tapi sudah banyak kunjungan wisata dari berbagai kota ke sini,’’ kata dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia