Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kartu Identitas Anak Baru Tercetak 17 Persen

22 November 2019, 16: 18: 34 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MASIH MINIM: Petugas menunjukkan KIA. Saat ini pencetakan KIA baru sekitar 34.784 kartu.

MASIH MINIM: Petugas menunjukkan KIA. Saat ini pencetakan KIA baru sekitar 34.784 kartu. (Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sejak awal tahun ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bojonegoro mulai mencetak kartu identitas anak (KIA). Namun, progresnya masih belum maksimal. Minimnya pengetahuan serta kesadaran ditengarai menjadi penyebab. 

’’Pencetakan KIA per Oktober ada 34.784 kartu. Sedangkan, penduduk usia 5-16 tahun ada 207.435,” kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dispendukcapil Joko Setio.

Sehingga, jika dikalkulasi masih 172.651 anak belum memiliki KIA. Sedangkan, persentase pencetakannya kurang lebih baru sekitar 17 persen. Fungsi KIA ini nantinya sebagai identitas bagi yang belum memiliki KTP.

’’Rerata yang membuat KIA, anak dengan tingkat pendidikan SD sederajat serta SMP,” terangnya.

Secara regulasi, KIA diperuntukkan bagi anak usia 1-17 tahun. Khusus usia 1-5 tahun belum bisa ada foto. Sehingga, saat usia 5 tahun perlu membuat KIA lagi. Namun, pihaknya lebih menyarankan membuat KIA ketika sudah menginjak usia 5 tahun.

’’Kalau sudah menginjak usia 5 tahun sudah ada fotonya. Selain itu agar tidak mengurus dua kali,” tutur dia.

Selama ini penduduk belum dapat merekam KTP jika tidak memiliki kartu identitas. Tak jarang dalam suatu kegiatan, anak-anak menggunakan kartu pelajar. Maka dari itu kehadiran KIA cukup diperlukan.

’’Misalkan mengakses kereta api, membuat rekening di bank, dan sebagainya,” jelasnya.

Sehingga, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, pihaknya menggandeng dinas pendidikan (disdik). Tentunya, turut mengakomodir serta mendorong siswanya mencetak KIA. 

’’Langkah tersebut sudah mulai berjalan di semua lembaga sekolah. Dan ini yang baru masuk dari Kecamatan Kota,” ujar dia memastikan mulai mengedukasi pencetakan KIA di desa hingga kecamatan.

(bj/dny/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia