Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Tahun Ini Tambah 1 Pos Damkar

Tender 9 Mobil Damkar Rp 15 Miliar Gagal

22 November 2019, 16: 14: 55 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SELALU SIAGA: Armada kebakaran di Dinas Damkar Bojonegoro. Jumlah kebakaran tahun ini tren meningkat.

SELALU SIAGA: Armada kebakaran di Dinas Damkar Bojonegoro. Jumlah kebakaran tahun ini tren meningkat. (Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pengadaan 9 mobil pemadam kebakaran (damkar) senilai Rp 15 miliar gagal terealisasi. Proses tender gagal. Sehingga, anggaran Rp 15 miliar tersebut menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa).

Berdasar sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), diketahui ada penganggaran di P-APBD 2019 berupa tender 9 mobil damkar senilai Rp 15 miliar. Namun, tidak ada rekanan yang mengajukan penawaran harga.

Kepala Dinas Damkar Bojonegoro Andik Sudjarwo membenarkan jika tender 9 mobil damkar gagal. Tidak ada rekanan atau kontraktor yang melakukan penawaran harga. Karena itu, anggaran senilai Rp 15 miliar sudah dapat dipastikan akan menjadi silpa. 

Menurut Andik, para kontraktor tidak ada yang berani menawar karena waktunya sudah mepet. Menurutnya, pengadaan satu mobil saja minimal butuh waktu 100 hari. Namun, dipastikan tender pengadaan 9 mobil damkar itu dibuka kembali pada APBD 2020. 

“Otomatis jadi silpa. Kami anggarkan lagi APBD Induk 2020. Januari 2020 nanti sudah bisa buka lagi lelangnya. Syukur ada e-katalog. Jadi nanti bisa kami e-katalog pada Januari 2020,” ujar dia.

Ia menerangkan, bahwa 9 mobil damkar itu terdiri atas 4 mobil fire truck, 4 mobil water supply, dan 1 mobil fire jeep. Adapun pengadaan 9 mobil damkar itu guna menunjang rencana penambahan satu pos damkar tahun ini di Kecamatan Ngraho. Juga dua pos damkar tahun depan di Kecamatan Ngasem dan Kanor. 

Andik mengatakan, pos damkar di Kecamatan Ngraho dengan nilai proyek sebesar Rp 700 juta itu sudah beroperasi pada 1 Januari 2020. “Saat ini progres pembangunan Pos Damkar Ngraho sudah 95 persen, tinggal finishing saja, awal tahun depan sudah beroperasi,” tuturnya.

Selain pembangunan Pos Damkar Ngraho, ada juga pengadaan mobil komando dan fire rescue, masing-masing senilai Rp 753 juta. Terkait jumlah pos damkar, tahun depan ditargetkan jumlahnya bertambah menjadi 10 pos.

Karena sebelumnya, dinas damkar sudah memiliki 7 pos damkar dengan jumlah 80 personel. Serta 14 mobil damkar terdiri atas 9 mobil fire truck dan 5 mobil water supply. Pos damkar itu ada di Kota, Baureno, Kedungadem, Temayang, Padangan, Ngambon, dan Sekar. 

“Penambahan tiga pos damkar itu bisa lebih cepat menangani kebakaran di Bojonegoro. Sehingga, lebih cepat dijangkau petugas damkar,” terangnya.

Tetapi apabila mengacu pada rencana induk sistem proteksi kebakaran (RISPK) yang dibuat Dinas Damkar Bojonegoro, jumlah ideal pos damkar, yakni 15 titik. Jadi, masih kurang 5 pos damkar lagi agar penanganan kebakaran lebih cepat teratasi.

Karena tak bisa dipungkiri, jumlah kejadian kebakaran di Bojonegoro tiap tahunnya terus bertambah. Pada 2017 sebanyak 102 kebakaran, 2018 terjadi 164 kebakaran. Dan per 21 November 2019 sudah mencapai 198 kebakaran. 

Ia menilai faktor penyebab seperti cuaca ekstrem. Sehingga, masyarakat harus semakin waspada khususnya ketika musim kemarau. “Kami pun selalu lakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama PLN dan pihak kecamatan. Simulasi kebakaran dilakukan di sekolah maupun gedung perkantoran,” jelasnya.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia