Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sport
Persela  1  vs  0  Badak Lampung FC

Persela Menang Dramatis

Semakin Mandul, Alex Layak Diparkir

21 November 2019, 10: 35: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

GAGAL PENALTI : Striker Persela, Alex Gonzalves meluapkan kekecewaannya. Striker asal Brasil itu gagal melakukan eksekusi penalti di laga krusial melawan BLFC kemarin (20/11).

GAGAL PENALTI : Striker Persela, Alex Gonzalves meluapkan kekecewaannya. Striker asal Brasil itu gagal melakukan eksekusi penalti di laga krusial melawan BLFC kemarin (20/11). (ANJAR DWI PRADIPTA/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela meraih kemenangan dramatis dengan skor 1-0 atas Badak Lampung FC (BLFC), kemarin sore (20/11). Pertandingan tersebut diwarnai berbagai drama mendebarkan. Mulai kegagalan Alex Dos Santos Goncalves mengeksekusi penalti di menit ke-69. Hingga dihentikannya pertandingan di menit 80 karena penonton masuk lapangan. Beruntung Stoper Persela, M Zaenuri menjadi penyelamat lewat gol di menit ke-90+3. 

‘’Saya secara pribadi mengucapkan syukur atas hasil yang diraih hari ini (kemarin sore),’’ tutur Head Coach Persela, Nil Maizar kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir mampu mendominasi pertandingan di awal babak pertama. Sedangkan, tim tamu sesekali melakukan counter attack. Salah satunya aksi Marquinhos yang membuat publik Lamongan berdebar menit ke-19. Untungnya tendangan Marquinhos masih melambung di atas mistar Dwi Kus.

Kei memiliki peluang emas di menit ke-38. Gelandang berpaspor Brasil itu mampu merangsek ke sisi kanan pertahanan BLFC. Namun, tendangannya mampu ditepis kiper BLFC, Daryono. Rapatnya pertahanan BLFC membuat Persela kesulitan menembus. Skor kacamata menutup laga babak pertama.

‘’Dalam situasi seperti ini kan tegang, sehingga membuat finishing-nya tidak bagus,’’ ujar pelatih 49 tahun tersebut. 

Di babak kedua Persela meningkatkan agresivitas serangan. Nil terpaksa menarik keluar Rafinha di menit ke-53 karena cedera. Peran winger berpaspor Brasil itu digantikan Riyatno Abiyoso. 

Alex menciptakan peluang emas di menit ke-60. Tendangannya dari luar kotak penalti mampu digagalkan Daryono. Pemain belakang BLFC melakukan pelanggaran terharap Malik Risaldi di menit ke-69, wasit akhirnya menghadiahi penalti kepada Persela.

Alex yang ditunjuk menjadi eksekutor. Ternyata striker berpaspor Brasil itu  gagal memanfaatkan peluang emas tersebut. Tendangannya dengan mudah diblok kiper BLFC, Daryono. Kegagalan itu semakin mengukuhkan mandulnya Alex di putaran II saat ini. Sehingga dia perlu mendapat punishment dengan diparkir di beberapa laga selanjutnya. 

Kegagalan Alex mengeksekusi pinalti itu memicu suporter Persela mengamuk. Suporter di tribun selatan melakukan pembakaran di tribun, serta ratusan suporter masuk ke lapangan. Wasit menghentikan pertandingan sekitar satu jam lebih. ‘’Saya sebenarnya kecewa dengan Alex. Saya sudah suruh Kei untuk menendang, tapi dia tidak siap. Dia diskusi dengan Alex, dan ternyata diserahkan kepada Alex,’’ tukasnya. 

Pertandingan akhirnya dilanjutkan pukul 18.00 Wib. Laskar Joko Tingkir mampu mengurung pertahanan BLFC. Berulang kali Kei Hirose, Abiyoso, dan Alex mengancam gawang BLFC. ‘’Saya apresiasi perjuangan seluruh pemain. Tanpa kenal lelah, tanpa patah semangat, dengan kondisi apapun,’’ ujar pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat tersebut. 

Gol yang dinanti-nanti tuan rumah akhirnya datang di menit 90+3. Berawal dari servis sepak pojok Kei Hirose menciptakan skrimit di depan gawang tim tamu. Zaenuri yang berdiri bebas mampu menceploskan si kulit bundar, serta merubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Persela. Skor 1-0 menutup duel tim papan bawah tersebut. ‘’Kalau dia tidak tenang di menit akhir, bola itu bisa keluar,’’ terang Nil. 

Sementara itu, Head Coach BLFC, Milan Petrovic mendapatkan hukuman kartu merah setelah melakukan protes keras usai timnya kebobolan. Saat post match press conference, Milan meluapkan kekesalahannya terhadap kericuhan di Lamongan dan sepuluh keputusan wasit yang dinilainya kontroversial. ‘’Tadi itu bukan olahraga. Tadi itu seperti perang. Karena kita sudah menunggu satu jam tapi tidak ada keputusan. Setelah itu kita pasti sudah dapat tekanan. Bermain di bawah tekanan itu tidak adil,’’ tukasnya.

(bj/ind/feb/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia