Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
12 Proyek DLH dan Dinas Perkim Cipta Karya

Proyek Penghijauan Tembus Rp 1,9 Miliar

21 November 2019, 07: 05: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DESTINASI: Proyek Taman Lokomotif masih terus dikerjakan. Taman di Jalan Teuku Umar sisi barat ini juga disertai mesin loko kereta. Di taman ini nantinya juga akan ditanami proyek penghijauan. Sesuai LPSE, tahun ini ada 12 proyek penghijauan.

DESTINASI: Proyek Taman Lokomotif masih terus dikerjakan. Taman di Jalan Teuku Umar sisi barat ini juga disertai mesin loko kereta. Di taman ini nantinya juga akan ditanami proyek penghijauan. Sesuai LPSE, tahun ini ada 12 proyek penghijauan. (M. NURCHOLISH/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Anggaran penghijauan tahun ini cukup besar. Mencapai Rp 1,9 miliar. Tentu, dengan anggaran besar ini bisa merombak tata kota Bojonegoro yang adem dan hijau.

Namun, belum semua penanaman penghijauan ini tuntas. Termasuk penanaman pohon dan bunga juga menunggu musim hujan. Berdasarkan data sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), anggaran Rp 1,9 miliar itu terdiri atas 12 proyek penghijauan. 

Enam proyek yang ditangani DLH senilai Rp 902 juta dan enam proyek ditangani Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Cipta Karya Bojonegoro senilai Rp 1 miliar. 

Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Hidayatus Sirot mengatakan, meminta dinas terkait yang menangani proyek penghijauan segera melaksanakan tugasnya. Sebab, nilai total proyek sebesar Rp 1,9 miliar itu tidak kecil. 

Jangan sampai anggaran itu tidak terserap, sehingga mengakibatkan sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) yang makin membengkak. Karena, ia melihat belum ada penanaman pot bunga atau pohon-pohon baru. 

Kalau perlu, menurut Tatus, sapaan akrabnya, bupati memberikan perintah khusus kepada DLH dan dinas perkim dan cipta karya agar segera mendorong para rekanan untuk memulai penanaman pohon penghijauan.

’’Secara umum, kami melihatnya seperti itu, anggaran Rp 1,9 miliar harus segera terserap karena waktunya juga sudah mepet,’’ ujar politikus Partai Garuda itu.

Adapun proyek penghijauan yang ditangani dinas perkim dan cipta karya terdiri atas pengadaan pohon peneduh pohon pule (P-APBD) senilai Rp 200 juta. Pengadaan tanaman hias Jalan Veteran senilai Rp 178 juta, pengadaan pot bunga dan tanaman di atas trotoar senilai Rp 270 juta. Pengadaan tanaman di taman sentra produk senilai Rp 30 juta, serta pengadaan pot dan tanaman hias di alun-alun (P-APBD) senilai Rp 200 juta. Pengadaan tanaman lingkup perkantoran senilai Rp 147 juta, 

Sementara, penghijauan di DLH terdiri atas penanaman pohon penghijauan wilayah barat senilai Rp 124 juta, penanaman pohon penghijauan wilayah timur senilai Rp 176 juta. Belanja pohon tabebuya senilai Rp 136 juta, belanja bunga bugenvil Rp 180 juta, belanja pohon trembesi senilai Rp 64 juta, dan belanja pemeliharaan pohon peneduh/perapian senilai Rp 222 juta. 

Kepala Seksi (Kasi) Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perkim dan Cipta Karya Doni Agus Setiawan mengatakan, penghijauan masih proses berjalan. Ia beri contoh pengadaan pot bunga di sepanjang Jalan Veteran juga belum selesai. Terkait jumlah pot bunganya juga belum bisa dipastikan.

“Sisanya ya pengadaan tanaman di taman-taman dan lingkup perkantoran,” jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perkim dan Cipta Karya Fitra Malabuana menambahkan, proyek penghijauan masih terus berkoordinasi dengan DLH. Pihaknya saat ini masih fokus pembangunan di beberapa titik taman seperti taman lokomotif dan bundaran adipura.

“Saat ini kalau yang taman lokomotif tinggal menunggu pohon-pohon besarnya. Lalu Bundaran Jetak juga tinggal menunggu ikon bunga kuncupnya, perkiraan Desember bisa rampung,” tuturnya.

Kepala DLH Hanafi mengatakan, ratusan pohon yang tumbang akibat angin kencang maupun pohon ditebang akibat proyek trotoar dan drainase diharapkan segera diganti pohon baru. Namun, rencana dari DLH akan membebankan penggantian pohon baru itu kepada kontraktor. 

Rencananya, satu pohon yang tumbang atau ditebang akan diganti tujuh pohon baru. Penanaman pohon pengganti itu bisa dilakukan usai proyek tersebut selesai. “Kami pasti lakukan penghijauan kembali,” ujar Hanafi.

Sementara itu, di tengah masyarakat juga merasakan manfaat dari pohon-pohon pinggir jalan yang mana bisa meneduhkan kala siang. Rerata masyarakat menyayangkan dengan berkurangnya jumlah pohon pinggir jalan. Dan berharap segera diganti dengan pohon baru.

“Kalau siang, seperti di Jalan Diponegoro atau Panglima Sudirman itu jadi panas karena banyak pohon ditebang. Harus diganti pohon baru,” ujar Tri Laksono, salah satu warga Kelurahan Klangon.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia