Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Gondol Rp 170 Juta, Dua Sindikat Nasabah Dibekuk

19 November 2019, 16: 23: 54 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SINDIKAT NASABAH: Kapolres menunjukkan barang bukti dari tersangka. Dua tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

SINDIKAT NASABAH: Kapolres menunjukkan barang bukti dari tersangka. Dua tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. (Bhagas Dhani P/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Anggota Satreskrim Polres Bojonegoro tak butuh waktu lama meringkus sindikat pemecah kaca mobil nasabah bank yang beraksi 5 November lalu. Aksi yang terjadi di Jalan Basuki Rahmat itu, sindikat berhasil menggondol Rp 170 juta, saat korban Dian Bagus makan bakso.

Dua dari empat sindikat pecah kaca mobil ini dibekuk. Yakni, Erwin alias Raden, 37, warga Kabupaten Palembang, Provinsi Sumatera Selatan; dan Anwar Hanafi, 46, warga Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kedua betis dua tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan kepada polisi. Dua tersangka ini ditangkap di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dua tersangka lainnya berinisial HS dan SP masih buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres AKBP Ary Fadli menerangkan, petugas memperoleh laporan dari Dian Bagus, 30, warga Desa/Kecamatan Baureno. Korban sebagai nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) ini melaporkan bahwa kaca mobilnya dipecah dan uang sebesar Rp 170 juta yang berada di dalam mobil telah raib. 

“Kejadiannya 5 November lalu, saat itu korban makan bakso di salah satu warung di Jalan Basuki Rahmat, ketika hendak pulang mengetahui kaca mobilnya pecah dan uangnya hilang,” jelasnya. 

Anggota satreskrim bergerak. Bergegas penyelidikan berdasar rekaman closed circuit television (CCTV) milik BNI. Diketahui ada empat orang mencurigakan. Para tersangka berboncengan dua motor. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sindikat pembobol kaca mobil itu menginap di salah satu hotel wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Lalu, keempat pelaku merencanakan mencari sasaran korban di wilayah Bojonegoro. Mereka saling membagi peran. Erwin berperan sebagai joki motor memboncengkan DPO berinisial SP yang berperan eksekutor pemecah kaca mobil. Sedangkan, Anwar Hanafi berperan pengintai nasabah di BNI dan diboncengkan oleh DPO berinisial HS.

“Modusnya, pelaku berada di dalam bank, mengintai para nasabah yang hendak ambil uang. Ketika tahu jumlah uang yang akan diambil itu banyak, mereka membututi korban,” ujarnya.

Ketika dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan pecahan busi motor yang digunakan oleh eksekutor untuk memecah mobil korban. Tas berisi uang Rp 170 juta itu pun digondol dan sindikat tersebut bergeser ke wilayah Jawa Tengah. 

Berdasar pemeriksaan, hasil pencuriannya, selanjutnya dibagi-bagi oleh pelaku. Erwin, Anwar Hanafi, dan DPO berinisial HS masing-masing memperoleh uang Rp 40 juta. Sedangkan, DPO berinisial SP berperan sebagai eksekutor mendapat uang Rp 50 juta. 

“Sebelum penangkapan, ketika sindikat itu geser ke Jawa Tengah juga sempat melakukan pecah mobil nasabah lagi di wilayah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, mereka dapat uang Rp 20 juta,” jelasnya.

Kapolres menambahkan status tersangka Erwin merupakan residivis Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merdeka Kota Palembang pada 2010 silam perkara pembunuhan. Sedangkan, tersangka Anwar Hanafi belum pernah melakukan tindak kejahatan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP. Ancamannya pidana penjara maksimal 7 tahun.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia