Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Suporter Pertanyakan Kehadiran Roni

06 November 2019, 20: 25: 27 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

RONGGOMANIA : Suporter Ronggomania saat memadati tribun Stadion Bumi Wali Tuban. Mereka memberikan suport untuk klub kesayangannya.

RONGGOMANIA : Suporter Ronggomania saat memadati tribun Stadion Bumi Wali Tuban. Mereka memberikan suport untuk klub kesayangannya. (Zakki Tamami/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - Keikutsertaan Fahmi Fikroni dalam Kongres PSSI belum lama ini memicu publik sepak bola di Tuban yang tergabung dalam Republik Ronggomania, gerah. Maklum, mereka menganggap anggota DPRD Tuban itu telah melepas kursi manajer  Persatu.

‘’Bapak Fahmi Fikroni mengikuti Konggres PSSI di Jakarta tersebut kapasitasnya sebagai apa?’’ tanya Presiden Ronggomania Ida Husni Mubarok kepada Jawa Pos Radar Tuban via pesan pendek kemarin (5/11).

Kehadiran Fahmi Fikroni di kongres, kata dia, bertentangan dengan pernyataannya di sejumlah media massa. Perlu diketahui, kepada awak media,  Roni, panggilan akrabnya menyatakan mundur dari manajer dan  fokus mengelola bisnis. Dia juga berjanji tak akan mengelola Persatu lagi.

Di bagian lain, Ida menanggapi penyataan Roni yang secara terbuka menawarkan pengelolaan Persatu. Dikatakan dia, Persatu adalah perseroan terbatas (PT). Karena itu, jika ada yang mau membiayai, skemanya menjual sahamnya atau sekalian menjual PT-nya. Alasannya, tidak mungkin pribadi membiayai PT tanpa ikatan komersial yang jelas. ''Maksudnya Pak Roni itu yang mana, mau jual sahamnya saja apa sekalian jual PT-nya. Kita siap dukung keduanya,'' tegas dia.

Dijelaskan Ida, kekecewaan Ronggomania atas kegagalan Persatu Tuban bertahan di Liga 2 masih sangat membekas. Sebab, Ronggomania masih memimpikan timnya naik kasta.

Dia juga menilai, selama ini, keberadaan suporter masih dianggap sebelah mata oleh sejumlah orang. Namun, kenyataan di lapangan, suporter adalah pemain ke- 12. ‘’Tim yang didukung kuat oleh suporternya banyak yang menjadi jawara,’’ tegas dia.  

Untuk menjaga itu, Ronggomania berharap terjadi perubahan pada manajemen Persatu. Harapannya, manajemen baru menyiapkan tim lebih baik dan siap naik kasta ke Liga 2 lagi. Tak kalah pentingnya, menurut Ida, sinergitas antara manajemen dan suporter harus lebih solid lagi. Baik di lapangan maupun di luar lapangan atau dalam manajemen.

Fahmi Fikroni ketika dikonfirmasi via ponselnya hanya mengatakan, dirinya masih berhak menjadi voter di Kongres PSSI. ‘’Aku kan punya saham di Persatu. Memang kenapa? Ada yang mau menggantikan sahamku? Ada yang protes? Kalau ada yang protes suruh saja beli sahamku. Dan, voter itu bukan hak manajer, tapi hak klub. Lha, kalau sekretaris klub sekaligus direktur PT Persatu, salahkah?,’’ tegas dia.

Dia juga menerangkan, manajer itu tugasnya mengurus tim saat kompetisi. Sementara manajemen mengurus semuanya. Termasuk membentuk manajerial. ‘’Itu yang perlu dipahami,’’ tegasnya.(zak/ds)

(bj/zak/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia