Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Sebanyak 110 Tebing Bengawan Solo Rawan Longsor

06 November 2019, 20: 06: 11 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

RAWAN LONGSOR: Perahu penambangan pasir Sungai Bengawan Solo di kawasan Desa Sranak, Kecamatan Trucuk.

RAWAN LONGSOR: Perahu penambangan pasir Sungai Bengawan Solo di kawasan Desa Sranak, Kecamatan Trucuk. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Memasuki musim hujan, sebanyak 20 kecamatan masuk kawasan rawan longsor. Jumlah itu berdasar mitigasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

Ada dua jenis kawasan rawan longsor. Yakni, kawasan yang dilintasi Sungai Bengawan Solo dan kawasan yang dipengaruhi kondisi geologi, topografi, dan litologi.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Umar Ghoni menerangkan, sedikitnya ada 110 titik tebing rawan longsor dari 20 kecamatan di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Hal tersebut tentu menjadi atensi khusus karena saat ini sedang musim hujan.

Kerawanannya disebabkan oleh erosi dampak dari pasang surut tinggi muka air. Dia menjelaskan, titik rawan itu mulai dari hulu Kecamatan Ngraho hingga hilir di Kecamatan Kepohbaru.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Sedangkan, kawasan rawan longsor dipengaruhi kondisi geologi, topografi, dan litologi, yang tersebar di 86 desa dari 18 kecamatan. Didominasi wilayah selatan Bojonegoro. Pemetaan jumlah kawasan rawan longsor bertambah, tahun lalu jumlah kecamatan rawan longsor sebanyak 14 kecamatan.

Karena itu, tim reaksi cepat (TRC) sekaligus pusat pengendalian dan operasi (pusdalops) BPBD terus memantau titik-titik rawan longsor tersebut.

Setidaknya, tim BPBD harus lebih siaga, mengedukasi masyarakat, mengenali tanda-tanda gejala awal terjadi longsor, termasuk upaya pencegahan. Khususnya ketika hujan, warga sebaiknya jangan ada di lokasi, wajib evakuasi.

“Selain longsor, awal musim hujan juga perlu mewaspadai angin kencang,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bojonegoro Yudi Hendro menambahkan, imbauan kepada warga yang berada di kawasan rawan longsor saat terjadi hujan disarankan untuk menjauh. Antisipasi yang pernah dilakukan, ialah jalin kerja sama dengan pihak swasta untuk penanaman pohon.

(bj/cho/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia