Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Ungkap Korupsi, Sita Uang Rp 38 Juta dan Mobil

05 November 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TERJERAT KORUPSI: Kapolres menunjukkan uang barang bukti dugaan korupsi ADD dan DD di Desa Sumberrejo, Trucuk, kemarin (4/11).

TERJERAT KORUPSI: Kapolres menunjukkan uang barang bukti dugaan korupsi ADD dan DD di Desa Sumberrejo, Trucuk, kemarin (4/11). (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kepala Desa (nonaktif) Sumberrejo, Kecamatan Trucuk Syaikul Alim; dan Kades Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras Haris Aburyanto, semakin dekat dengan persidangan. Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli memastikan, berkas perkara sudah lengkap atau P-21. Sehingga, berkas perkara layak diajukan ke kejaksaan negeri (kejari) untuk disidangkan.

Dua kades yang ditahan ini diduga korupsi alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD). Penyidik unit tindak pidana korupsi (tipikor) satreskrim polres menyita uang tunai dan mobil sebagai barang bukti.

Kapolres menjelaskan, tersangka Syaikul Alim diduga melakukan penyalahgunaan wewenang mengelola ADD dan DD Sumberrejo anggaran 2018. Berdasarkan hasil audit dari Inspektorat Bojonegoro, ditemukan kerugian negara Rp 551 juta. Tersangka ditahan di mapolres sejak 9 September 2019 lalu.

Modus yang dilancarkan tersangka ialah melakukan beberapa kegiatan proyek tidak sesuai spesifikasi. Juga ditemukan penyelewengan anggaran operasional seperti perjalanan dinas fiktif. Total keuangan negara yang dilaporkan Rp 700 jutaan. Ternyata di lapangan, diketahui hanya terpakai Rp 150 jutaan. 

“Proyeknya beragam. Di antaranya, pembangunan poskamling, pemasangan paving, pengecatan, pembuatan portal, pembangunan jalan, pengurukan lapangan, dan masih banyak lagi,” ujar Ary, sapaan akrabnya.

Penyidik unit tipikor menyita uang Rp 38 juta dan mobil Grand Livina tahun 2010. Barang bukti merupakan pengembalian kerugian negara. Menyinggung terkait keterlibatan perangkat desa? Kapolres mengatakan tidak ada keterlibatan.

Sedangkan, tersangka Haris Aburyanto diduga menyelewengkan ADD dan DD Desa Glagahwangi 2018. Hasil audit Inspektorat Bojonegoro dan polres ditemukan kerugian negara sebesar Rp 601 juta. Modusnya tak terlalu berbeda dengan tersangka Syaikul Alim. 

Tersangka diduga menyelewengkan anggaran pembangunan proyek fisik. Kerap gali lubang dan tutup lubang. Kerugian tahun lalu ditutup dengan anggaran tahun selanjutnya. “Pos anggarannya banyak yang sebagian besar untuk pembangunan fisik,” beber kapolres.

Tersangka Haris Aburyanto tak ada pengembalian kerugian negara. Padahal sebelumnya, kedua tersangka itu sudah mendapat teguran dari Inspektorat Bojonegoro. Namun tak ada iktikad baik mengembalikan kerugian negara. Sehingga, ada unsur kesengajaan dan sifat melawan. Karena itu, ADD dan DD itu memang ada potensi kerawanan penyimpangan.

“Mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga penatausahaan ini ada potensi terjadi penyimpangan. Jadi tolong rekan-rekan kades dalam pelaksanaan sesuai rencana kegiatan yang telah disepakati,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Ancaman hukumannya pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Kedua tersangka dan berkas berita acara pemeriksaan (BAP)-nya juga telah dilimpahkan ke kejari.

(bj/cho/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia