Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Sinergi dengan SI, Kinerja SBI Positif  

02 November 2019, 10: 22: 07 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

JAGA OPTIMISTIS: Semen Holcim berubah menjadi Dynamix. Sejak sinergi dengan Semen Indonesia, kinerjanya meningkat.  

JAGA OPTIMISTIS: Semen Holcim berubah menjadi Dynamix. Sejak sinergi dengan Semen Indonesia, kinerjanya meningkat.   (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - PT Sulosi Bangun Indonesia (SBI) terus memperbaiki kinerja keuangan perusahaannya dengan memperkecil kerugian secara bertahap. Itu dilakukan di tengah kondisi pasar yang masih mengalami tekanan karena kelebihan pasokan. 

Alhasil, sejak bergabung dengan Semen Indonesia (SI) pada Februari 2019, hingga akhir September PT SBI berhasil kembali mencatatkan laba. 

Coorporate Communications East Java and East Indonesia PT SBI Indriani Siswanti menyampaikan, sesuai data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional hingga kuartal tiga 2019 mengalami perlambatan minus dua persen menjadi 48,7 juta ton. 

Meski demikian, potensi peningkatan kebutuhan pasar terlihat pada segmen semen kantong, khususnya di Jawa Barat, Jogyakarta, Sulawesi. dan wilayah Timur Indonesia. Sedangkan ekspor mengalami kenaikan 15,38 persen menjadi 4,7 juta ton.  

Sinergi dengan SI pun mendorong kenaikan volume penjualan SBI sebesar 2.27 persen dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 2,23 persen menjadi Rp7,7 triliun dari sebelumnya Rp 7,6 triliun pada periode yang sama 2018.  Imbasnya, laba bruto pun meningkat 37,71 persen dan EBITDA melonjak hingga 68,82 persen. 

‘’Pencapaian ini tidak lepas dari program-program efisiensi dan sinergi yang terbukti berhasil menurunkan faktor-faktor biaya penjualan dan operasional,'' terang Indri. Dia kemudian mencontohkan biaya operasional yang turun menjadi 10,47 persen dan memberikan kontribusi penurunan beban distribusi 3,08 persen, serta penurunan beban penjualan 47,68 persen. 

Beragam upaya dilakukan perusahaan, seperti peningkatan utilisasi pabrik dan program transformasi biaya. Upaya tersebut mampu memberi kontribusi pada total penurunan beban pokok pendapatan sebesar 5,47 persen. 

Laba sebelum bunga dan pajak penghasilan tercatat mencapai Rp 665 miliar. Bandingkan dengan kerugian pada periode yang sama 2018. SBI juga mampu bangkit dari keterpurukan sejak  2015 dan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 134 miliar jika dibandingkan kerugian yang dialami pada tahun-tahun sebelumnya.  

Setelah meluncurkan Dynamix sebagai merek baru pada akhir September lalu, PT SBI kini gencar melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada seluruh pelanggan dan para pemangku kepentingan melalui beragam program. Ke depan, SBI akan terus fokus untuk melanjutkan tren positif itu guna memperbaiki kinerja keuangan dengan memperkuat fundamental operasional. Tak kalah pentingnya, kata Indri, fokus pada program penambahan nilai untuk konsumen, baik dari produk, solusi, maupun layanan pelanggan. Diberitakan sebelumnya, mayoritas saham PT SBI Tbk sebesar 98.3 persen dimiliki dan dikelola PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB)-bagian dari Semen Indonesia Group dan merupalan produsen semen terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. PT SBI Tbk menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. 

PT SBI Tbk saat ini secara langsung maupun melalui anak perusahaannya mengoperasikan empat pabrik semen. Yakni, di Narogong, Jawa Barat;  Cilacap, Jawa Tengah; Tuban, Jawa Timur; dan Lhoknga, Aceh. Dengan total kapasitas 14,5 juta ton semen per tahun dan mempekerjakan lebih dari 2.400 orang. 

PT SBI Tbk saat ini mengoperasikan jaringan penyedia bahan bangunan yang mencakup distributor khusus, toko bangunan, ahli bangunan binaan perusahaan, dan solusi-solusi bernilai tambah lainnya.  (zak/ds)

(bj/zak/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia