Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Diguyur Hujan, Sejumlah Jalan Protokol di Lamongan Tergenang 

02 November 2019, 10: 16: 53 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DITUTUP: Warga berjalan kaki di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo Lamongan yang tergenang akibat diguyur hujan kemarin. 

DITUTUP: Warga berjalan kaki di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo Lamongan yang tergenang akibat diguyur hujan kemarin.  (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Jalan di Lamongan belum bebas dari genangan air saat hujan. Meski saluran pembuangan air di wilayah Kecamatan Lamongan diklaim sudah dilakukan pemeliharaan berkala, faktanya saat hujan perdana di jantung kota kemarin (1/11), sejumlah jalan protokol sempat tergenang. 

Termasuk, Jalan Lamongrejo yang menjadi jalan protokol utama.  ‘’Banjir lagi jalannya,’’ kata salah seorang pengendara motor.

Bahkan, Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo ditutup warga dengan cara memasang empat bak sampah di jalan. 

Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Lamongan, Djadi, beralasan, intensitas hujan kemarin sangat tinggi. Sebelum turun hujan,  beberapa saluran pembuangan seperti di dekat stasiun dan area makam ke utara sudah normal. 

Terkait pemeliharaan saluran di wilayah rumah sakit, Djadi memastikan bukan pemicu banjir. Menurut dia, pembuangan di sekitar Jalan Veteran, makam, dan stasiun Dapur sudah normal. 

Sebelum turun hujan, lanjut dia, petugas pompa stasiun juga sudah siap. Mereka berusaha melakukan pembuangan sesuai kapasitas pompa 250 liter per detik. Karena intensitas hujan mencapai 121 milimeter, maka pembuangan belum bisa maksimal. 

Menurut dia, idealnya di Lamongan rata-rata hujan 1.600 - 1.700 milimeter. ‘’Kalau pembuangan sebenarnya tidak ada masalah, tapi karena hujannya terlalu tinggi kemungkinan terjadi banjir juga tinggi,” ujarnya. 

Sementara itu, Kabid Perumahan dan Pemukiman Dinas Perkim Lamongan, Siti Zulkah, menjelaskan, penanganan banjir tidak bisa ditangani satu - satu. Semua saluran baik primer maupun sekunder sudah dilakukan pemeliharaan sesuai tupoksi. Contohnya pengerukan saluran, tapi pembuangan juga harus dilakukan pemeliharaan.  

Meski saluran normal, jika pembuangan terganggu, maka tetap terjadi masalah. “Kita sudah cek sejumlah saluran apa ada yang tersumbat atau lainnya, dan masalah ini menjadi perhatian bersama karena pemeliharaan rutin selalu dilakukan,” ujarnya.

(bj/jar/rka/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia