Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

PDAM Merasa Sebagian Pipa Bocor Akibat Proyek Jargas PT PGN

01 November 2019, 13: 30: 18 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PROYEK JARGAS: Pekerja menggali lahan untuk pemasangan jaringan gas di jalan protokol di Lamongan.

PROYEK JARGAS: Pekerja menggali lahan untuk pemasangan jaringan gas di jalan protokol di Lamongan. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Proyek pemasangan jaringan gas (jargas) masih berlanjut di sejumlah jalan protokol di Lamongan. Perusahaan Air Minum Daerah Lamongan (PDAM) Lamongan merasa pipanya sering mengalami kebocoran akibat proyek tersebut. 

‘’Ada banyak titik yang mengalami kebocoran gara-gara proyek jargas, sudah tidak terhitung,’’ klaim Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfud, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (31/10). 

Dia menjelaskan, pihaknya pernah mendapati kebocoran pipa PDAM di Jalan Andanwangi, Jalan Sunan Giri, gang Merpati, gang Beringin, dan sejumlah titik lainnya. Menurut dia, permasalahan bukan kebocoran pipa PDAM. Namun, kurangnya koordinasi dari PT Perusahaan Gas Nasional (PGN). Ketika terjadi kebocoran pipa PDAM, pihak penanggung jawab jargas tidak melaporkan. 

‘’Jadi ketika ada kebocoran hanya dikareti saja. Harusnya kan dilaporkan ke kami biar bisa ditangani,’’ imbuh Ali saat dikonfirmasi via ponsel. 

Akibatnya, kata dia, ketika terjadi kebocoran, petugas PDAM harus menggali dan mencari titik yang bocor. Itu membutuhkan waktu yang lama. Padahal, pihaknya mendapatkan banyak komplain dari masyarakat. 

‘’Padahal pelanggan kan tidak bisa nanti-nanti, maunya langsung bisa ditangani,’’ ujar Ali. 

Menurut dia, audiensi terkait permasalahan itu sudah pernah dilakukan. Namun, hingga kini pihak penanggung jawab tak melaksanakan. ‘’Ketika ada kasus, kita tanya. Mereka (pihak jargas) hanya menjawab koordinasi dulu,’’ katanya. 

Dia meminta agar masyarakat yang menggunakan PDAM juga ikut mengawasi. Yakni ketika terjadi kebocoran langsung melaporkan. Sehingga, petugas langsung bisa menangani. 

Wartawan koran ini belum mendapatkan konfirmasi dari PT PGN terkait hal tersebut. Ketika menghubungi nomor ponsel Humas Proyek PT PGN, Herianda Serigal, terdengar nada aktif. Namun, ponsel itu tidak diangkat.

(bj/jar/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia