Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Bali United V Persela

Rindu Menang Away

31 Oktober 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIWASPADAI LAWAN: Gelandang Persela, Kei Hirose, diharapkan bisa memimpin lini tengah Persela saat menghadapi tuan rumah Bali United nanti malam.

DIWASPADAI LAWAN: Gelandang Persela, Kei Hirose, diharapkan bisa memimpin lini tengah Persela saat menghadapi tuan rumah Bali United nanti malam. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Selama Liga 1 diputar tahun ini, Persela Lamongan belum sekalipun memetik kemenangan di laga away. Kemenangan di luar kandang sangat dibutuhkan agar tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini bisa menjauhi zona degradasi klasemen sementara.

Namun, tim polesan Nil Maizar ini nanti malam (31/10) harus melawat ke Stadion Kapten I Wayan Dipta Denpasar, Bali, kandang tim kandidat juara musim ini, Bali United. Tentu bukan pekerjaan ringan bagi Dwi Kus dkk.

‘’Tapi dalam sepak bola, tidak ada yang tidak mungkin,’’ tutur Nil Maizar kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (30/10).

Pada laga sebelumnya, Persela takluk dari tuan rumah Kalteng Putra dengan skor 0-2. Padahal, tim berjuluk Isen Mulang tersebut sedang bergejolak di internal. Nil mengatakan, ada banyak faktor yang membuat timnya hingga kini belum meraih kemenangan pada laga tandang.

‘’Banyak aspek. Sepak bola tidak seperti yang kita bayangkan. Aspek fisik, aspek teknik, aspek strategi, aspek mental. Yang penting kita mau maksimal di sini,’’ ujar pelatih berlisensi kepelatihan AFC Pro tersebut.

Menurut pelatih 49 tahun itu, kekuatan Bali United sampai saat ini cukup luar biasa. Tim asal Pulau Dewata itu diisi banyak pemain kelas satu dan berkualitas. Tiga pemain di antaranya berstatus naturalisasi. Yakni, Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, dan Ilija Spasojevic. Selain itu, ada pemain asing Paulo Sergio, Brwa Nouri, Melvin Platje, dan Willian Pacheco.

‘’Memang mereka luar biasa. Kita berharap pemain bisa menjalankan instruksi dengan baik dan maksimal,’’ harap mantan pelatih PS Tira tersebut.

Misi Persela untuk memecah tiga poin di luar kandang tentu tak akan mudah. Apalagi, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu dipastikan pincang menghadapi tim berkaus kebesaran merah tersebut. Rafael Gomes De Olivera (Rafinha) dan M. Zaenuri terkena hukuman akumulasi kartu. Sedangkan Demerson Bruno Costa, Eky Taufik Febriyanto, dan Ahmad Subagja Baasith masih dibekap cedera.

Nil mengaku sudah menyiapkan pemain pelapis untuk menutup posisi yang ditinggalkan mereka. Pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu berharap pemain yang dipercaya nanti mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

‘’Lebih baik saya berpatokan bagaimana tim ini bisa maksimal. Sehingga pemain pelapis bisa menyamai kemampuan penampilan pemain inti,’’ ujar mantan pemain timnas PSSI era 1990-an tersebut.

Absennya Zaenuri dan Demerson membuat jajaran pelatih hanya memiliki Arif Satria sebagai pilihan utama. Arif mengatakan, Bali United yang masih perkasa di kandang bukan menjadi sebuah ketakutan bagi timnya. 

‘’Bagi saya ada motivasi tersendiri. Karena di kandang Bali mereka sangat tidak terkalahkan. Dan kita di luar kandang belum pernah menang,’’ katanya.

Arif mengajak seluruh rekan-rekannya untuk bisa menampilkan permainan yang maksimal. Sebab, materi pemain dan kekuatan lawan yang dihadapi nanti, lebih sulit dibanding lawan Persela sebelumnya di putaran kedua ini.

‘’Semangat juang yang tinggi dan motivasi tinggi, itu mungkin yang menjadi kunci utama mencuri poin besok (nanti malam),’’ kata Arif.

Sementara itu, head coach Bali United, Stefano Cugurra Teco, menuturkan, pemain cedera dan akumulasi kartu menjadi hal yang biasa dalam sepak bola. Pelatih berpaspor Brasil itu mengaku tak ingin terpengaruh dengan kondisi Persela yang minus banyak pemain inti.

‘’Jangan pikir berapa pemain yang tidak bisa bermain dari Persela. Kita harus respect sama siapapun yang main,’’ ujar pelatih yang membawa Persija menjuarai Liga 1 musim lalu tersebut.

Teco mewaspadai gelandang pekerja keras Persela, Kei Hirose. Dia mengaku beberapa kali bekerjasama dengan pemain Jepang yang terkenal disiplin tinggi, teknik bagus, dan memiliki fisik yang mumpuni. 

‘’Pemain Jepang Persela bagus. Dia bisa cepat adaptasi dengan tim,’’ katanya.

Apakah mantan pemain Persela, Fahmi Al-Ayyubi bakal diturunkan? Teco belum bisa menentukan hal tersebut. Dia masih memiliki satu kali latihan. Starting line-up bakal ditentukan setelah latihan digelar.

Namun, Teco mengaku dirinya berkomunikasi dengan Fahmi untuk meminta keterangan kekuatan dan kelemahan Persela. Dia mengatakan, itu juga dilakukan kepada pemain lainnya yang pernah bermain di klub yang akan dihadapi.

‘’Sedikit banyak, dia (Fahmi) pasti tahu taktik dan kekuatan tim itu,’’ tukas Teco.

Bek Bali United, Ricky Fajrin, mengaku sudah pulih seratus persen ketika menghadapi Persela nanti. Ricky mengaku bakal memiliki pekerjaan rumah untuk mematahkan lini depan Persela.

‘’Kalau saya lihat lini depan Persela bagus. Saya sebagai pemain belakang, harus lebih antisipasi bola atas mereka. Bukan hanya Alex. Semua pemainnya punya kualitas,’’ ujar Ricky.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia