Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Proyek Jalan Ditenggat Awal Desember

30 Oktober 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Batas waktu pengerjaan jalan cor beton semakin mepet. Awal Desember nanti semua pengerjaan harus sudah tuntas. Sebab, kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan tepat waktu dipastikan putus kontrak.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Prasarana Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Tata Ruang Jakfar Shodiq menjelaskan, saat ini progres pengerjaan sudah 80 persen. Dipastikan sampai awal Desember mendatang semua pekerjaan sudah tuntas.

''Tidak ada lagi yang masih mengerjakan,'' ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (29/10).

Menurut Jakfar, jika ada pengerjaan yang belum selesai, pihaknya akan melakukan tindakan tegas. Yakni, akan diputus kontrak. Sehingga, tidak bisa lagi meneruskan pekerjaannya. ''Tentunya akan kita peringatkan dulu,'' jelas pria asli Bojonegoro itu.

Jakfar mengakui, saat ini masih ada pengerjaan yang progresnya masih rendah. Namun, pihaknya sudah mengingatkan. Jika awal bulan depan progresnya belum bagus, akan diberikan peringatan. ''Informasinya mereka mau mengebut pengerjaan,'' ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Batas terakhir pengerjaan jalan adalah hingga awal Desember. Pertengahan Desember, laporan dan berkas pencairan anggaran sudah harus tuntas. Jika terlambat, anggaran tidak bisa dicairkan. Itu sudah berkali-kali diingatkan oleh pemkab.

''Semua pekerjaan harus tuntas awal Desember. Sisa waktu satu bulan ini harus dimaksimalkan menuntaskan pekerjaan,'' jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto menuturkan, pengerjaan proyek harus dipercepat. Mengingat waktunya sangat pendek. ''Jangan sampai proyek mengalami keterlambatan,'' tegasnya.

Namun, lanjut Sukur, jangan hanya dikerjakan selesai tepat waktu. Namun, kualitas dan kuantitas proyek juga harus diperhatikan. Jangan sampai selesai tepat waktu tapi pengerjaan asal-asalan. ''Kalau itu terjadi bisa merugikan masyarakat,'' jelasnya.

Sukur menjelaskan, anggaran proyek jalan tahun ini luar biasa besarnya. Yakni mencapai Rp 600 miliar lebih. Karena itu harus dilakukan pengawasan terhadap semua pengerjaannya. Sebab, proyek jalan ini anggarannya jauh lebih besar dibanding proyek-proyek lainnya.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia