Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

25 Kepsek SMP Negeri Dimutasi

29 Oktober 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Setelah menggeser beberapa kepala puskesmas, kemarin (28/10) giliran 25 kepala SMPN dilakukan mutasi. Bahkan, untuk kursi kepala dinas pendidikan (disdik) juga kosong. Karena Hanafi kini diberi tugas memimpin kepala dinas lingkungan hidup (DLH).

Agar roda organisasi di lingkup disdik ini tetap berjalan, sementara M. Khuzaeni sekretaris disdik menjabat pelaksana tugas (Plt) kepala dinas. Tentu, hingga terisi jabatan kepala disdik definitif.

’’Totalnya ada 25 kepala SMPN yang dimutasi,’’ kata Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Aan Syahbana kemarin (28/10).

Dia menuturkan, untuk kekosongan kepala disdik, sementara dijabat sekretaris M. Khuzaeni, sekaligus Plt. Namun, untuk kepala SMPN yang telah dimutasi, dipastikan tidak kosong. Sebab, langsung dijabat oleh guru PNS lainnya.

’’Sesuai arahan dari bupati, pergeseran kepala SMPN itu untuk penyegaran dan suasana baru,’’ tandasnya.

Sesuai mutasi berlangsung kemarin, M. Riono yang sebelumnya menjabat Kepala SMPN 2 Bojonegoro, pindah SMPN 1 Sumberrejo. Muslim yang sebelumnya menjabat Kepala SMPN 3 Bojonegoro, kini menjabat Kepala SMPN 2 Bojonegoro.

Ufar Ismail, yang sebelumnya menjabat Kepala SMPN 5 Bojonegoro, menduduki jabatan baru di Kepala SMPN 1 Temayang. Suhariyanto, Kepala SMPN 1 Temayang pindah SMPN 1 Dander.

Selanjutnya, Budi Santosa yang sebelumnya di SMPN 1 Balen, pindah di SMPN 1 Purwosari. Kemudian Matadji yang sebelumnya Kepala SMPN 1 Sumberrejo, pindah di SMPN 1 Kedungadem. Fatkhan yang sebelumnya Kepala SMPN 2 Baureno, pindah di SMPN 2 Kedungadem.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, pergeseran kepala SMPN ini untuk penyegaran. Sebab, sudah lama kepala SMPN ini tidak menempati tempat kerja baru. Sehingga, dengan adanya mutasi dan promosi ini, bisa meningkatkan kinerja guru dan kepala sekolah.

’’Sebelumnya puskesmas, sekarang giliran SMPN,’’ tandasnya.

(bj/msu/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia