Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Faktor Akumulasi Kartu dan Sanksi Komdis

28 Oktober 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

AMBYUK: Para pemain Persibo (kaus oranye) tergeletak usai wasit meniup peluit panjang.

AMBYUK: Para pemain Persibo (kaus oranye) tergeletak usai wasit meniup peluit panjang. (MUHDANY YUSUF LAKSONO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

PELATIH Persibo M. Nadhif tak menyangka bakal bermain imbang 0-0 menjamu PSM Madiun. Pemain Persibo mendominasi pertandingan. Nyaris mengurung separo lapangan. 

Namun, hingga tambahan waktu 5 menit, pemain Persibo tak kunjung melesakkan gol. Tanpa tiga pemain pilar, yakni Mariono, Abdul Muis, dan Galang Faurizky, cukup berpengaruh.

’’Peluang juga banyak tercipta. Hanya saja memang kita seperti kesulitan mencetak gol,” kata Andik Robot, sapaan akrab M. Nadhif, usai laga.

Dia mengapresiasi penampilan pemainnya. Sebab, telah mendominasi setengah lapangan serta mengurung pertahanan PSM Madiun. Padahal, komposisi tersebut diramu tim pelatih dengan waktu yang tak banyak. Yakni, sepekan atau sekitar lima kali pertemuan latihan.

Andik Robot tak memungkiri permasalahan para pemainnya hanya pada finishing touch. Sisi kanan, kiri, tengah, through pass, hingga crossing, dilakukan Agus Budi dkk saat skema menyerang.

Sepakan luar kotak penalti juga tak sedikit dilakukan. Hanya cukup rapatnya pertahanan PSM Madiun dan pemanfaatan momentum yang kurang tepat. ’’Bahkan ada momen sundulan Ananda Dhea membentur mistar. Mungkin memang belum jalannya,” ujar pelatih asal Tuban ini.

Disinggung tentang tren menurun Persibo di putaran kedua? Andik Robot menuturkan faktor akumulasi kartu dan nonteknis menjadi penyebab. Terkait akumulasi kartu, pada putaran kedua, Persibo banyak kehilangan pemain inti. Termasuk striker Mariono sebagai juru gedor andalan.

’’Performa tim cukup terasa jika tidak ada dia (Mariono). Dan itu kerugian kita di putaran kedua (pemain terkena akumulasi kartu),” tuturnya.

Sedangkan, faktor nonteknis, yaitu kehilangan dukungan penuh dari para suporter. Sebab, semenjak insiden melawan Nganjuk Ladang FC dan terkena sanksi, Persibo berlaga tanpa penonton.

Sehingga, sedikitnya cukup berpengaruh pada psikologis timnya sekaligus lawan. ’’Tanpa mereka (suporter) cukup berdampak. Karena itu saya cukup bangga dan terharu akan antusiasme para suporter. Sekali lagi saya minta maaf,” ujar dia. (dny/rij)

(bj/dny/rij/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia