Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro
Ambyar

Manajemen Akan Evaluasi Kegagalan Persibo

Target Tahun Depan Harus Lolos

28 Oktober 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

EVALUASI BARENG: CEO Persibo Abdulloh Umar menemui para suporter di luar stadion usai bermain imbang 0-0 menjamu PSM Madiun. Hasil seri memastikan Persibo gagal lolos.

EVALUASI BARENG: CEO Persibo Abdulloh Umar menemui para suporter di luar stadion usai bermain imbang 0-0 menjamu PSM Madiun. Hasil seri memastikan Persibo gagal lolos. (MUHDANY YUSUF LAKSONO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Mustahil! Satu kata yang tepat menggambarkan gagalnya Persibo lolos ke babak 16 besar Liga 3 Jatim 2019. Persibo sempat tampil perkasa dan menyabet status juara paro musim Grup A di putaran pertama. Namun, semua itu runtuh pada putaran kedua.

Puncaknya sore kemarin (27/10) setelah ditahan imbang tanpa gol menjamu PSM Madiun di Stadion Letjend H. Soedirman (SLS). Sedangkan, di saat bersamaan, Putra Sinar Giri FC Gresik berhasil mengalahkan tuan rumah Bumi Wali FC Tuban dengan skor 1-2.

Persibo harus lengser dan finis di posisi ketiga dengan koleksi 15 poin. Hanya selisih satu poin dengan pemuncak klasemen Putra Sinar Giri FC Gresik dan Nganjuk Ladang FC yang mengoleksi 16 poin. Sementara, PSM Madiun dan Bumi Wali FC Tuban sudah tak lolos sejak pekan lalu.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, seketika wasit meniup peluit panjang, suasana SLS tampak haru. Isak tangis pemain pecah. Para pemain Persibo seketika ambyuk  beberapa menit meratapi kegagalan lolos ke babak 16 besar.

Kesedihan juga terjadi di luar stadion. Para suporter bersedih hingga isak tangis. Para suporter selanjutnya berdiri melingkar di depan pintu masuk pemain serta ofisial manajemen. Mereka ingin mengutarakan kesedihan lewat perkataan yang ditujukan kepada manajemen.

Musim ini kali ketiga Persibo kembali gagal beranjak dari Liga 3 Jatim. Apalagi, telah mengulangi kegagalan musim lalu, angkat koper usai tak lolos dari fase grup putaran provinsi (Liga 3 Jatim).

’’Musim depan, kita ingin manajemen merencanakan dan mempersiapkan tim lebih matang,” kata salah satu suporter di hadapan manajemen di depan stadion.

Indikasinya, kata dia, yakni membentuk tim jauh sebelum kompetisi bergulir. Sebab, berkaca pada musim ini, Persibo hanya mengenyam sekitar satu bulan sebelum kickoff Liga 3 Jatim. Sehingga, cukup mepet membentuk tim yang solid dengan target lolos ke Liga 2.

’’Contohnya saja musim 2017. Persiapan tim lebih lama (sekitar 2,5 bulan). Hasilnya pun epik dan nyaris lolos ke Liga 2 (terhenti di babak 8 besar putaran nasional),” bebernya.

Sehingga, dia berharap pada manajemen agar lebih serius meramu rencana pembentukan tim. Mulai dari finansial, penunjukan pelatih, seleksi pemain, hingga rentang waktu lebih lama untuk pemantapan kualitas dan kesolidan skuad.

Menanggapi hal tersebut, CEO Persibo Abdulloh Umar mengatakan turut kecewa atas gagalnya Persibo lolos ke babak 16 besar. Tentunya, seluruh pemain, tim pelatih beserta manajemen telah berusaha keras demi meraih target lolos ke Liga 2.

’’Kita semua sudah melakukan berbagai persiapan dan upaya luar biasa. Dengan kegagalan musim ini, tentu ke depannya ada evaluasi,” kata pria juga Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro itu.

Menurut Umar, sapaannya, ada banyak hal yang perlu dikomunikasikan kepada berbagai pihak, termasuk salah satunya Pemkab Bojonegoro. Misalnya terkait status Persibo musim depan. Tetap profesional atau kembali dikelola Askab PSSI Bojonegoro serta pemkab.

’’Kita akan bicarakan dan menimbang. Mana opsi terbaik untuk Persibo musim depan,” ujar politikus PKB itu.

Sehingga, dia masih tetap berharap dukungan suporter beserta seluruh masyarakat Bojonegoro. Sebab, jika dibilang kecewa, semuanya pasti mengalami hal sama. Cukup jadikan ini sebagai pelecut musim depan lebih baik.

(bj/dny/rij/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia