Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Bianglala Alun-alun, Datangkan Teknisi dari Cina

28 Oktober 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIKEBUT: Para pekerja sedang ngebut membuat pondasi untuk penempatan wahana wisata Bianglala di Alun-Alun Lamongan.

DIKEBUT: Para pekerja sedang ngebut membuat pondasi untuk penempatan wahana wisata Bianglala di Alun-Alun Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Pembangunan wahana permainan Bianglala di Alun-Alun memasuki tahap pengecoran. Wahana permainan berdiameter 30 meter ini digadang-gadang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Soto. Karena Pemkab Lamongan menggelontorkan dana Rp 7 Miliar untuk pembangunan wahana wisata asal Chicago Amerika Serikat tersebut. “Masih tahap pengecoran dan pemasangan plat anchor (paku baja). Untuk uji kelayakan kita sudah kerjasama dengan teknisi dari Cina,” kata Koordinator Alun-Alun Lamongan, Setyo Widodo kemarin (27/10).

Menurut dia, paku baja itu dipasang untuk menyatukan bagian atas dan bawah struktur bangunan. Bentuknya seperti huruf L. Setelah cor kering, kemudian dilakukan pemasangan tembok as tengah, semacam tiang yang diletakkan di titik tengah. Fungsinya sebagai penyangga, dan tumpuan tiang kerangka ini harus prestiti. Jika pemasangan tembok as tidak sesuai, maka bisa bergeser dan membahayakan. Karena itu, tim teknis masih mencari titik yang pas. Kemudian baru dipasang kerangka.

Dia menyatakan, untuk kerangka sudah siap di tempat lain. Karena pekerjaan dilakukan di dua tempat. Setelah proses pengecoran dan pekerjaan lain tuntas, maka tinggal pemasangan kerangka. “Kalau kerangka otomatis dilas lagi. Karena datangnya sudah dipotong-potong sesuai kebutuhan,” terangnya.

Menurut dia, pekerjaan pembangunan bianglala ini tidak seperti bangunan lainnya. Tidak bisa tergesa-gesa, karena cukup besar dan tinggi. Lokasinya juga di jantung kota. ‘’Setelah dipasang, tidak langsung digunakan. Karena harus dilakukan uji kekuatan baut, kerangka dan lainnya,’’ tandas dia.

Dia menegaskan, semuanya harus sesuai standar ISO. Teknisi nanti akan melakukan training bagi petugas operator dan pengenalan alat. Pembangunan bianglala ini kegiatannya banyak. Selain kegiatan inti pengecoran, pemasangan paku baja, dan kerangka. Di sisi lain petugas juga melakukan pembangunan rumah jenset, ruang tunggu, kantor pengelola. ‘’Wahana ini akan dikemas sebaik mungkin dengan sistem yang sesuai standar,’’ katanya.

(bj/rka/feb/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia