Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

November Mulai Simulasi UNBK

27 Oktober 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mayoritas SMA/SMK di Bojonegoro tengah menyiapkan diri mengikuti simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Pelaksanaannya, 6--7 November mendatang. Kemarin (26/10), merupakan hari terakhir pendataan plus pendaftaran peserta.
Kepala SMA Swasta Katolik IGN Lucius Bekti Bojonegoro kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro mengatakan, telah menyelesaikan pendataan siswanya untuk didaftarkan pada sistem simulasi UNBK. Jumlah pesertanya 34 siswa. Menurut Lucius, sapaan akrabnya, usai pendaftaran, saat ini pihaknya tengah menyiapkan sarana prasarana simulasi UNBK. Antara lain, komputer, internet, server dan kliennya yang menyesuaikan jumlah siswa.
''Untuk server kita menyiapkan dua. Sebab, harus ada cadangannya,'' ujar pria juga bendahara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta di Bojonegoro itu.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, simulasi tersebut cukup penting untuk kesiapan sekolah dan siswa. Baik itu materi yang diujikan maupun sarana- prasarananya.
''Meski sifatnya tidak wajib, kita tekankan seluruh sekolah bisa ikut. Sebab, simulasi itu  sangat penting,'' kata kepala SMAN 2 Nganjuk itu.

Adi sapaannya menegaskan, setiap sekolah dapat memilih jadwal simulasi UNBK yang berlangsung dua gelombang. Simulasi tahap pertama 6--7 November dan simulasi tahap kedua 13--14 November. ''Ada dua pilihan, sehingga sekolah bisa memilih salah satu jadwalnya,'' tutur dia.
Menurutnya, lembaga SMA/SMK di Kota Ledre telah menambah jam pelajaran (les) bagi peserta UNBK. Kegiatan penguatan materi tersebut rata-rata berlangsung sejak September lalu.
''Siswa kita siapkan lebih cepat. Sebab, waktu semakin pendek. Belum lagi nanti ada ujian sekolah berbasis nasional (USBN),'' kata dia.
Dengan persiapan tersebut, Adi berharap siswa lebih siap menghadapi

UNBK. Sebab, siswa butuh waktu untuk memahami soal selevel higher order thinking skill (HOTS). ''Semoga ada peningkatan serta pemerataan nilai UNBK,'' ujar dia berharap.

(bj/dny/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia