Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Lagi, Uji Seismik Ditolak Warga

27 Oktober 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

JANGAN MASUK WILAYAH KAMI: Puluhan warga menolak kegiatan uji seismik PHE-TEJ di Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak kemarin (26/10).

JANGAN MASUK WILAYAH KAMI: Puluhan warga menolak kegiatan uji seismik PHE-TEJ di Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak kemarin (26/10). (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Sosialisasi survei seismik 3D oleh Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE-TEJ) dan sejumlah pemangku kepentingan belum sejalan dengan warga.

Kemarin (26/10) misalnya, puluhan warga Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak menggelar aksi penghadangan terhadap truk Vibro milik PHE TEJ yang hendak menggelar uji sesmik 3D di wilayah dusun setempat. Truk operasional uji seismik yang melakukan proses pencarian cadangan minyak dan gas (migas) tersebut dihadang dan diusir. Alasannya, warga khawatir kegiatan uji seismik itu menyebabkan bangunan rumah di sekitar lokasi rusak akibat getaran truk Vibro.

‘’Daripada semua rusak. Pokoknya kami menolak truk itu masuk di wilayah kami,’’ tegas salah satu warga yang ikut aksi penolakan.

Kepala Dusun Becok Ektiyas mengatakan, aksi spontan warga tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran terkait dampak uji seismik. Menurutnya, warga khawatir jika kegiatan mencari kandungan migas tersebut merusak bangunan rumah warga. ‘’Warga khawatir jika ada bangunan yang rusak, Pertamina lambat menanganinya,'' ungkap dia mencontohkan kejadian serupa di Dusun Tileng, Desa Talun, Kecamatan Montong dan desa-desa lain. Karena itu, begitu warga mengetahui truk Vibro masuk desa, langsung dihadang dan diusir.

Dikonfirmasi terpisah, Field Relation PHE TEJ Muhammad Ulin Najah mengatakan, penghadangan yang dilakukan warga itu karena termakan soal isu ganti rugi. ‘’Jika ada kerugian, PHE TEJ pasti bertanggung jawab. Ganti ruginya jelas sesuai dengan peraturan pemerintah dan mekanisme yang berlaku. Tapi, prosesnya harus berurutan dari desa ke desa lain yang sudah dijadwalkan,’’ ujarnya.

Menurut Ulin, sapaan akrabnya, selama ini PHE TEJ sudah melakukan sosialisasi di Desa Tegalrejo, termasuk Dusun Becok sejak awal Agustus lalu. Bahkan, kata dia, dua hari sebelum kegiatan uji seismik, tim humas PHE TEJ juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa, RT, serta stakeholder di desa setempat.

Karena penghadangan tersebut, kata Ulin, kegiatan uji seismik untuk sementara ditunda. ‘’Akan kami komunikasikan lagi dengan pemerintah desa, warga, dan tokoh masyarakat di Becok. Insya Allah ada solusinya,’’ tandasnya.

Sebelumnya, survei seismik 3D di area West Mudi, yakni wilayah Kecamatan Parengan dan Soko juga tidak berjalan mulus. Desa Dagangan, Kecamatan Parengan salah satunya yang menolak.

Penolakan terhadap aktivitas pencairan sumber minyak itu disampaikan kepala desa setempat, Abdul Wahab.

(bj/tok/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia