Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Sembilan Kecamatan Dihantui Puting Beliung

26 Oktober 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HITAM PEKAT: Mendung di langit Tuban yang dipotret dari Jalan RE Martadinata pada musim penghujan tahun lalu.

HITAM PEKAT: Mendung di langit Tuban yang dipotret dari Jalan RE Martadinata pada musim penghujan tahun lalu. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - Salah satu yang patut diwaspadai saat peralihan musim kemarau ke penghujan adalah ancaman puting beliung. Apalagi, hampir separo kecamatan di Tuban masuk kategori daerah dengan ancaman puting beliung. Kerawanan cukup tinggi tersebut karena faktor alam.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban terpetakan sembilan kecamatan yang rawan diterjang angin ribut. Sembilan kecamatan tersebut, Widang, Jatirogo, Grabagan, Palang, Plumpang, Semanding, Kerek, Bangilan, dan Bancar.

Di kecamatan-kecamatan tersebut hampir tiap tahun terjadi puting beliung ringan hingga berat. Terberat merobohkan pepohonan hingga bangunan rumah.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tuban Gendut mengatakan, puting beliung yang terjadi di Tuban merupakan siklus tahunan menjelang musim penghujan. Biasanya, angin kencang melanda sejak dasarian pertama November. ‘’Puting beliung mulai November -- Desember, lalu berhenti saat memasuki musim penghujan. Biasanya berlanjut Februari -- Maret,'' kata dia.

Dijelaskan Gendut, pemetaan wilayah rawan puting beliung berdasarkan peta bencana tahun-tahun sebelumnya. Awal 2019, puting beliung hebat terjadi di Desa Siding, Kecamatan Bancar yang merobohkan sekitar 150 rumah. Dari bencana tersebut, BPBD Tuban memetakan Kecamatan Bancar sebagai wilayah potensial bencana angin ribut. ‘’Salah satu indikatornya peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya,'' tegas dia.

Plt Kepala BPBD Tuban Emil Pancoro menambahkan, secara umum puting beliung berbeda dengan bencana lain yang bisa dipetakan khusus. Misalnya, daerah rawan gempa yang biasanya wilayahnya berada di atas lempeng yang aktif bergerak. Begitu juga daerah rawan longsor berada di kawasan tebing. ‘’Kalau puting beliung murni faktor alam yang sulit diprediksi,'' tegas dia.

Emil menerangkan, peta rawan bencana bisa terbentuk berdasarkan pengalaman peristiwa masa lampau. Dengan demikian, masyarakat diimbau selalu waspada dan mengantisipasi. Untuk ancaman bahaya, kata dia, puting beliung bisa dipastikan menerjang ketika peraliham musim seperti sekarang ini dan pertengahan musim hujan.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia