Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Enam Tempat Hiburan Malam Belum Kantongi Izin

Pemkab Jangan Tebang Pilih

26 Oktober 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TUTUP SEMENTARA: Petugas satpol PP menyegel tempat hiburan malam rabu lalu (23/10).

TUTUP SEMENTARA: Petugas satpol PP menyegel tempat hiburan malam rabu lalu (23/10). (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi, menilai pemkab melakukan tebang pilih saat melakukan penyegelan dua titik karaoke di Jalan Veteran Bojonegoro.

Alasannya, di Bojonegoro ada enam tempat karaoke yang belum melengkapi izin. Namun, empat tempat lainnya masih dibiarkan.

Menurut dia, penutupan paksa juga bukan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, bisa memicu masalah baru karena pengusaha juga memiliki karyawan.

’’Jangan tebang pilih, agar tidak terjadi kecemburuan sosial,’’ pintanya kemarin (25/10).

Politikus perempuan itu menuturkan, sesuai data yang dikantonginya, Getz, Pazia, Adelia, Green, Bumi Damai, dan Centro, merupakan enam tempat karaoke yang beroperasi di Bojonegoro. Hanya Getz dan Pazia yang mendapat penindakan. Padahal, semua tempat karaoke yang beroperasi belum mengantongi izin karaoke. Mereka baru izin kafe. ’’Proses perizinannya jangan dipersulit, mari kita membangun iklim investasi yang sehat,’’ imbuh perempuan yang juga Ketua Fraksi Gerindra itu.

Sally berharap semua pengusaha taat terhadap regulasi. Terutama tentang perizinan. Sebab, itu akan berdampak pada setoran pendapatan asli daerah (PAD).

’’Karena kalau tak berizin tapi dibiarkan, tentu merugikan kabupatan karena tidak setor PAD,’’ imbuh politikus asal Kecamatan Sumberrejo itu.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunardi, dikonfirmasi terpisah membenarkan bahwa semua tempat karaoke belum melengkapi izin.

Namun, Pazia dan Getz yang ditutup paksa atau disegel. Alasannya, penutupan paksa itu dimulai dari dua lokasi tersebut. Penutupan tempat lain segera dilakukan jika perizinannya tak segera dilengkapi.

’’Dua dulu, setelah ini ke lokasi yang lain,’’ katanya.

Seperti diberitakan, petugas gabungan dari satpol PP, dinas perhubungan (dishub), DPMPTSP, dan dinas sosial (dinsos), menyegel dua lokasi tempat karaoke. Alasannya, tempat karaoke belum mengantongi nomor induk berusaha (NIB) dan surat izin usaha pariwisata.

Sebelum dilakukan penutupan, instansi terkait sudah mengingatkan secara tertulis namun diabaikan. Sehingga menutup sementara sampai kelengkapan izinnya tuntas.

(bj/msu/yan/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia