Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Bekuk Satu Tersangka Penipuan Jual Permata

25 Oktober 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIBEKUK: Burhan, asal Desa Masangankulon, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo menjadi tersangka penipuan penjualan permata dengan korban Sumarlik, asal Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring.

DIBEKUK: Burhan, asal Desa Masangankulon, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo menjadi tersangka penipuan penjualan permata dengan korban Sumarlik, asal Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tersangka penipuan dengan modus penjualan permata berlian berhasil diringkus Polres Lamongan. Dia adalah Burhan, 48, asal Desa Masangankulon, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Tersangka diamankan di warung, tak jauh dari rumahnya. Korban kasus penipuannya, Sumarlik, 49, asal Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring.

‘’Tersangka ini memang spesialis penipuan dengan mengiming – imingi korban batu permata agar dibeli,’’ kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung.

Tersangka sudah dua kali beraksi. Aksi pertamanya (25/5), berhasil membawa uang korban Rp 58 juta. Sedangkan aksi keduanya dengan korban Sumarlik  (15/10), menggasak uang Rp 36,5 juta.

Burhan di hadapan petugas mengatakan, sebelum beraksi, direncanakan pembagian tugasnya. Dia menjadi pengantar korban yang mengambil uang di ATM bila tertarik membeli permata yang ditawarkan. PIN ATM korban bakal diiingatnya.

‘’Sebagian teman saya menunggu di tempat lain, nampak seperti penumpang,’’ ujarnya.

Dalam aksi tersebut, dia mendapatkan bagian Rp 7 juta. Uangnya digunakan kebutuhan sehari – hari.

‘’Kalau perhiasan seperti itu, membeli di Pasar Turi banyak. Sekaligus dengan tempatnya,’’ katanya.

Kapolres menjelaskan, saat berada di Jalan Arjuno Surabaya, korban ditawari tersangka pulang bersama menumpang mobil pribadi dengan tarif Rp 10 ribu ke Lamongan.

Di tengah perjalanan, dua teman tersangka mencegat dan ikut menumpang mobil tersebut. Keduanya mengaku usai pulang dari Malaysia dan menawarkan batu permata yang dibawanya.

Batu tersebut telah ditawarkan kepada korban  Rp 1 juta. Alasannya, batu itu memiliki banyak khasiat kesehatan.

Teman tersangka yang berpura – pura menjadi penumpang juga ikut meyakinkan korban bahwa permata tersebut bernilai mahal.

‘’Barang bukti yang diamankan uang sebesar Rp 2,1 juta dari hasil kejahatan, tiga ATM bank BRI serta buku tabungan dan satu buah permata palsu,’’ imbuhnya.

Setelah dibayar, pelaku meminta tambahan uang ketika di Kecamatan Sukodadi. Korban lalu mengambil uang Rp 5 juta via ATM di wilayah setempat.

Ketika sudah mendapatkan uang, korban diturunkan di wilayah pertigaan Sukodadi. Sopir beralasan pergi sebentar membeli rokok. Namun, mobil itu tak kunjung kembali. Uang korban juga sudah habis.

‘’Untuk tersangka ini, berperan sebagai mengantar korban pengambilan uang berada di ATM dan menghafal nomor pin,’’ kata Kapolres.

Setelah mendapatkan PIN, tersangka meminjam ATM korban untuk transaksi. Uang milik korban pun dikuras. ‘’Untuk tiga DPO, mempunyai peran masing – masing. Ada yang bertugas menjual permata, mencari korban, dan menjadi sopir,’’ jelasnya.

Tersangka sebenarnya pernah melakukan hal yang sama pada 2008 di Sidoarjo. Saat itu, dia kena masa percobaan.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia