Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment
1 Persela vs Persebaya 0

Pantang Menyerah di Sepanjang Laga Menjadi Kunci

24 Oktober 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PANTANG MENYERAH: Gelandang Persela, Kei Hirose pantang menyerah di lini tengah. Meski kecil, juga berani melawan David Silva saat melawan Persebaya kemarin (23/10).

PANTANG MENYERAH: Gelandang Persela, Kei Hirose pantang menyerah di lini tengah. Meski kecil, juga berani melawan David Silva saat melawan Persebaya kemarin (23/10). (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Berjuang sampai titik darah penghabisan. Kalimat itu tampaknya menjadi kunci kemenangan Persela di laga Derby Jatim melawan Persebaya Surabaya di Stadion Surajaya kemarin (23/10). Skuad tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu pantang menyerah dalam cuaca panas hampir di sepanjang pertandingan. Sebiji gol Persela dicetak oleh Malik Risaldi di menit ke-63.

‘’Saya sebagai pelatih mengucapkan rasa syukur atas kemenangan ini,’’ tutur Head Coach Persela, Nil Maizar kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Eky Taufik Febriyanto yang absen akibat cedera, membuat Nil harus memutar otak. Pelatih 49 tahun itu menugasi Izmy Yaman Hatuwe menempati posisi kapten tim Persela tersebut. Untuk posisi yang lainnya hampir sama seperti skema biasanya. ‘’Walaupun dia (Izmy) belum pernah main di situ, tapi kita coba karena tidak ada pemain lain,’’ ujar Nil saat post match press conference.

Persela mengambil kick off di babak pertama langsung melancarkan serangan. Persela mendapatkan peluang emas di menit ke-8. Berawal dari skrimit di pertahanan Persebaya, bola liar disambar Lucky Wahyu. Namun tendangannya masih melambung. Di menit ke-11, giliran Alex yang mendapatkan peluang. Namun heading top skor yang mengemas 16 gol itu masih menyamping. 

Persela kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan Bajul Ijo - julukan Persebaya. Lemahnya krosing dari sisi sayap serang Persela, membuat Alex kurang mendapatkan umpan memanjakan. Sedangkan, tim tamu beberapa kali mencoba melakukan counter attack. Skor kacamata menutup laga di babak pertama. ‘’Saya bilang ke pemain saat turun minum, kalau anda buntu jangan patah hati. Di-organisasi lagi permainan itu. Sehingga kalau buru-buru dan panik akan bahaya,’’ ujar pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat tersebut.

Tim tamu tampil lebih agresif di babak kedua. Pertandingan baru dua menit berjalan, tim berkaus kebesaran hijau itu mengancam gawang Persela. Berawal Rendy Irwan mampu melepaskan umpan dari sisi kiri pertahanan Persela. David Da Silva memenangkan duel udara. Untungnya Dwi Kus bermain gemilang yang mampu menepis bola. 

‘’Tujuan dari Persebaya yaitu David Da Silva. Jadi dia tidak boleh lepas penjagaan. Satu pemain kita memarking, pemain lainnya mengkaver,’’ ucap pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.

Persela memiliki peluang emas di menit ke-60. Berawal dari servis korner, Alex mampu melakukan heading. Sayang sundulannya masih tepat dipelukan penjaga gawang Persebaya. Laskar Joko Tingkir akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-63. Berawal dari heading Alex mampu diblok penjaga gawang Persebaya, Miswar. Bola muntah yang berusaha diamankan Hansamu berhasil diserobot dari belakang oleh Malik. Bola meluncur deras di atas kiper Miswar dan ‘robeklah’ gawang Persebaya. Sekor menjadi 1-0. 

Nil merefresh serangan dengan menarik keluar Malik dan memasukkan Sugeng Efendi di menit ke-72. Persela mendominasi pertandingan. Sayangnya Alex dkk gagal menambah pundi gol bagi Persela. Skor 1-0 untuk Persela menutup laga Derby Jatim tersebut. Nil memberikan apresiasi dan perjuangan keras dari seluruh pemainnya. ‘’Itulah sebenarnya Persela Lamongan yang dijuluki Joko Tingkir. Berjuang sampai titik darah penghabisan,’’ imbuh mantan pelatih Timnas 2012 – 2013 tersebut.

Sementara itu, Head Coach Persebaya, Wolfgang Pikal menuturkan, timnya menghadapi pertandingan yang berat di Lamongan. Yakni minimnya recovery, cuaca panas, dan sejumlah pemain kunci tak bisa diturunkan. Selain itu, dia menilai, ada sekitar lima kali keputusan aneh dari wasit yang merugikan timnya.

‘’Selamat untuk Persela menang tipis 1-0. Saya lihat energi dari pemain kita hari ini (kemarin sore, Red) kurang. Kemungkinan masalah recovery,’’ imbuhnya.

Dalam pertandingan tersebut, David Da Silva kurang mendapatkan suplai bola. Pikal menilai striker asal Brasil itu turun ke belakang untuk menarik stoper lawan maju. Sehingga, ada ruang kosong yang harapannya bisa diisi striker lainnya. ‘’Mungkin dia (David Da Silva) belum bisa seratus persen seperti tahun lalu. Tapi kita harap ke depan, dia perlu mencetak satu – dua gol. Sehingga rasa percaya diri bisa naik lagi,’’ pungkas Wolfgang Pikal. (ind/feb)

(bj/ind/feb/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia