Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
1 Persela V Persebaya 0

Konsistensi itu Berat

24 Oktober 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KELUAR DARI ZONA DEGRADASI: Malik Risaldi merayakan golnya ke gawang Persebaya pada menit ke-63 di Stadion Surajaya Lamongan kemarin sore.

KELUAR DARI ZONA DEGRADASI: Malik Risaldi merayakan golnya ke gawang Persebaya pada menit ke-63 di Stadion Surajaya Lamongan kemarin sore. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kemenangan sebiji gol Persela Lamongan atas tamunya Persebaya Surabaya, kemarin sore (23/10), sedikit melegakan. Tiga poin itu membuat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir bisa menarik napas lebih panjang karena keluar dari zona degradasi di klasemen sementara Liga 1. Persela mengoleksi 23 poin.

‘’Ini menjadi titik balik kombinasi bagi seluruh pemain. Mudah-mudahan cara bermain dan cara berpikir seperti ini berlanjut sampai akhir kompetisi,’’ harap head coach Persela, Nil Maizar, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (23/10).

MEMBAUR: Pendukung Persebaya dan Persela mendukung tim pujaannya di tribun yang sama.

MEMBAUR: Pendukung Persebaya dan Persela mendukung tim pujaannya di tribun yang sama. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Derby Jatim di cuaca panas membuat tensi pertandingan ikut meninggi. Wasit Asep Yanis harus mengeluarkan enam kartu kuning pada laga tersebut. Dua kartu kuning di antaranya diperuntukkan pemain tuan rumah, Izmy Yaman Hatuwe (35’) dan Lucky Wahyu Dwi Permana menjelang turun minum.

Sedangkan empat penggawa Bajul Ijo – julukan Persebaya, yang diganjar kartu kuning adalah Abu Rizal Maulana (33’), Aryn Glen Williams (67’), Hansamu Yama Pranata (45’), dan M Hidayat (45’).

‘’Seluruh pemain bermain sangat luar biasa hari ini (kemarin sore),’’ ujar mantan pelatih PS Tira tersebut.

Laga kemarin menjadi ajang kembalinya Demerson Bruno Costa ke lapangan hijau setelah lama menderita cedera. Namun, dia kembali tak bisa bermain penuh. Stoper berpaspor Brasil tersebut ditarik keluar di menit ke-56 karena cedera. Dia digantikan Arif Satria.

Beruntung,  Arif bermain cukup bagus dan mampu menghalau serangan Persebaya. Menurut Nil, kunci sukses timnya memenangi pertandingan tak lepas dari solidnya lini pertahanan. Dia sempat berkomunikasi dengan seluruh pemain belakang. Kurangnya komunikasi, koordinasi, fokus dan konsentrasi, dinilainya tak terlihat lagi pada laga menghadapi Persebaya. Seluruh pemain sudah berkaca dan tak mengulangi kesalahan yang sama.

‘’Dia rubah sedikit cara bermain, Insya Allah berubah. Jadi itu yang kita terapkan tadi. Mudah-mudahan ini menjadi awal. Memang konsistensi itu berat. Tapi semoga ke depan kita bisa menjaga itu,’’  ujarnya.

Meski bisa sedikit bernapas lega, penggawa Persela diminta tidak besar kepala. Sebab masih ada sebelas laga lagi yang dijalani Dwi Kuswanto dkk.

‘’Jangan jemawa, karena pertandingan masih panjang,’’ ujar mantan pemain Timnas PSSI 2012 – 2013 tersebut.

Jajaran pelatih bakal mengevaluasi penampilan Alex Dos Santos Goncalves. Pengoleksi 16 gol itu belum sekalipun mencetak gol di putaran kedua. Gol ke gawang Persebaya kemarin lahir dari kaki Malik Risaldi pada menit ke-63.

‘’Itu juga menjadi bahan evaluasi. Mungkin besok saya akan bicara dengan dia (Alex),’’ kata pelatih kelahiran Payakumbuh Sumatera Barat tersebut.

Laga Persela selanjutnya juga cukup krusial. Tim berkaus kebesaran biru muda ini bakal menantang tuan rumah Kalteng Putra, Minggu (27/10). Kalteng Putra saat ini baru mengoleksi 20 poin.

‘’Besok (hari ini) punya waktu satu hari untuk latihan di sini untuk recovery training. Jumat kita sudah berangkat ke Kalteng,’’ ujar pelatih 49 tahun tersebut.

Bek kanan Persela, Ahmad Birrul Walidain, berharap kemenangan dari Persebaya bisa menjadi tren positif untuk laga selanjutnya.

‘’Saya sangat bersyukur. Semua teman-teman bekerja dengan keras. Tren positif ini menjadi awal bagi kita,’’ ujar Birrul.

Sementara itu, hasil kemarin memperpanjang rekor buruk Persebaya. Tim besutan Wolfgang Pikal itu puasa kemenangan lima pertandingan berturut-turut. Sebelumnya, Persebaya ditahan imbang Bali United 1-1, ditaklukkan Barito Putera 1-0, ditahan imbang Borneo FC 0-0, dan dipermalukan tuan rumah Persib 4-1.

‘’Mungkin sekarang yang paling mengganggu kita yakni akhir-akhir ini kita tidak pernah bermain dengan pemain full team,’’ ujar head coach Persebaya, Wolfgang Pikal.

Di laga menghadapi Persela, dia tak bisa menurunkan empat pemain inti. Bahkan, dirinya harus memaksakan Ruben Sanadi dan Irfan Jaya yang sebenarnya belum fit seratus persen.

Pelatih berpapor Austria itu menilai pemain mudanya masih butuh jam terbang. Sehingga belum bisa diturunkan untuk saat ini. ‘’Kita hadapi dan kita coba maksimalkan. Karena kita harus angkat mental pemain lagi. Besok kita bermain di kandang. Mudah-mudahan kita bisa kalahkan Sleman,’’ ujar pelatih 51 tahun tersebut.

Saat pertandingan, terdengar sorak sorai Bonek Mania yang meneriakkan Pikal out. Disinggung terkait itu, Wolfgang Pikal mengatakan, Bonek seharusnya memahami kondisi Persebaya saat ini.

‘’Misalnya ada Bonek tidak happy (bahagia), saya bisa ngerti. Tapi Bonek tahu atau tidak, ketika kita sudah main dengan full team seperti apa,’’ imbuhnya.

Sementara itu, bek Persebaya, Ruben Sanadi menyayangkan keputusan wasit yang kerap merugikan timnya. Menurut dia, itu menjadi salah satu faktor kekalahan timnya dari Persela. 

‘’Tapi itu bukan alasan bagi kita. Pertandingan sudah selesai, kita harus menghadapi pertandingan selanjutnya,’’ kata Ruben.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia