Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Bupati dan Kapolres Sidak Tempat Hiburan Mala

Getz dan Pazia Karaoke Disegel

Pengelola Hiburan Keluhkan Pelayanan Perizina

24 Oktober 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DISEGEL: Salah satu tempat hiburan yang disegel Satpol PP kemarin (23/10).

DISEGEL: Salah satu tempat hiburan yang disegel Satpol PP kemarin (23/10). (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Memakai kemeja putih dan celana jins, Bu Anna, sapaan akrab Bupati Anna Mu’awanah (sidak) ke sejumlah tempat karaoke, Selasa (22/10) malam. Bu Anna ditemani Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli. 

Hasilnya, dua tempat karaoke, yakni Getz dan Pazia disegel sementara karena dinilai belum mengantongi izin. Penyegelan dua tempat hiburan malam di Jalan Veteran itu ditindaklanjuti kemarin (23/10) siang.

’’Karena tidak berizin. Agar segera dicukupi, sebelum klir izinnya, maka untuk sementara ditutup,’’ kata Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah.

Razia tempat hiburan malam dimulai dari warung remang-remang di Desa Banjarejo, Kecamatan Kota. Berlanjut di area kawasan Rel Bengkong (RBK) Jalan Pondok Pinang, dan dilanjutkan sejumlah titik tempat hiburan di Jalan Veteran.

Penyegelan kemarin, juga terlihat beberapa kepala dinas. Seperti Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Gunardi. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Helmy Elisabeth. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurul Azizah, dan beberapa petugas satpol PP dan dinas perhubungan (dishub).

Penutupan itu terpaksa dilakukan karena dinilai melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kepariwisataan dan Perbup Nomor 32 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan.

’’Boleh beroperasi lagi setelah perizinannya lengkap,’’ tandas Plt Kepala Dinas PMPTSP Gunardi.

Sementara itu, Manajer Getz Karaoke Mahardika mengaku jika belum melengkapi izin. Sehingga dalam waktu dekat akan melengkapinya, agar bisa segera beroperasi. ’’Setelah ini segera diurus,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Sementara itu, Manajer Pazia Hotel dan Karaoke Desi H. merasa keberatan jika dilakukan penutupan paksa. Sebab, selama ini sudah berusaha mengurus kelengkapan perizinan. Namun, pelayanan perizinan di pemkab dinilai rumit dan lambat.

Selain itu, penolakan penutupan paksa itu karena akan berdampak buruk dengan  nasib karyawan. Sebab, saat ini ada lebih dari 40 karyawan menggantungkan gaji dari bisnis hiburan itu.

’’Kami sudah kooperatif mengurus izin. Tapi, dinas terkait tak langsung memprosesnya,’’ keluhnya.

(bj/msu/rij/yan/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia