Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Persela V Persebaya

Derby Di Saat Terluka

23 Oktober 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ADU TAJAM STRIKER ASING: Persela mengandalkan Alex dos Santos dan Persebaya bertumpu pada David da Silva untuk menjebol gawang pada laga derby Jatim di Stadion Surajaya Lamongan nanti sore.

ADU TAJAM STRIKER ASING: Persela mengandalkan Alex dos Santos dan Persebaya bertumpu pada David da Silva untuk menjebol gawang pada laga derby Jatim di Stadion Surajaya Lamongan nanti sore. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Derby Jatim di Stadion Surajaya Lamongan nanti sore (23/10) menjadi pertandingan penawar luka bagi Persela Lamongan dan Persebaya Surabaya. Dua tim tersebut sama – sama menelan kekalahan pada laga sebelumnya.

Persela dipermalukan PSIS Semarang dengan skor 0 – 1 di hadapan LA Mania dan Curva Boys. Sementara Persebaya yang melakoni laga away, ditundukkan Persib Bandung dengan skor 4-1.

Bagi Persela, kekalahan dari PSIS menjadikan Stadion Surajaya sebagai kandang yang tak terlalu menakutkan lawannya. Apalagi, Bhayangkara FC juga pernah mencuri poin di stadion kebanggaan warga Lamongan ini pada putaran kedua Liga 1. 

Karena itu, pelatih Persela Nil Maizar dituntut menemukan formula yang tepat agar tak kehilangan poin lagi. ‘’Ini pertandingan sangat signifikan, saya bersama tim pelatih harus bekerja keras,” katanya kemarin (22/10).

Dia tidak dapat menurunkan kekuatan terbaiknya. Kapten Eky Taufik Febriyanto dibekap cedera. Pilihan penggantinya Izmy, Ferri, dan Lukas. Namun, hanya Lukas yang pernah bermain di bek kiri. Itu pun saat dia membela tim U-20. “Kita akan maksimalkan tiga orang ini. Karena Samsul kena akumulasi kartu kuning,” tutur pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu.

Menurut Nil, seluruh pemain harus bertekad memaksimalkan kemampuan. Sehingga, hasil yang diraih sesuai harapan. Sebab, semua tim mengharapkan kemenangan.

‘’Kemenangan itu mereka yang bikin, bukan orang lain. Sehingga pemain bisa membuat masa depannya seperti apa. Kita ingin menang, tim lawan juga sama, jadi pemain harus bisa menentukan itu (kemenangan) sekarang,” jelas pelatih 49 tahun tersebut.

Nil mengakui posisi timnya sangat rawan. Persela baru mengemas 20 poin dan berada di zona merah, degradasi. Dia akan menyelesaikan pertandingan secara bertahap dan mengibaratkan anak tangga yang harus dilewati.

Nil meminta semua pemain bisa fokus untuk menyelesaikan setiap anak tangga. Sehingga, bebannya tidak banyak.

Menurut Nil, saat ini dirinya fokus menuntaskan pertandingan melawan Bajul Ijo, julukan Persebaya. Meski sama-sama menelan kekalahan pertandingan sebelumnya, Persebaya dinilainya memiliki kekuatan mumpuni. Nil mewaspadai David da Silva sebagai tukang gedor baru Persebaya.

Sementara itu, bek Persela, Birrul Walidain, mengatakan, dirinya akan bekerja keras untuk menyelesaikan pertandingan. Laga ini sangat penting untuk mengangkat posisi tim. Persela merupakan tim pertama yang membesarkan namanya.

Head coach Persebaya, Wolfgang Pikal, menjelaskan, timnya sebenarnya masih recovery pasca melawan Persib. Dia masih fokus untuk mengembalikan mental pemain.

Mantan asisten pelatih timnas PSSI itu membidik kemenangan untuk menggantikan poin yang hilang pada laga sebelumnya. Pikal mengaku sudah mengantisipasi kekuatan dan kelemahan Persela.

Meski enam pemain Persebaya absen, Pikal tetap percaya dengan kemampuan anak asuhnya.

“Untuk David hanya sakit punggung. Sedangkan Ruben juga terlihat lebih fit. Kita ada 15 pemain ditambah tiga pemain muda,” ujarnya. 

(bj/rka/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia