Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Banyak Penyedotan Air Bengawan Tak Berizin

23 Oktober 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DEBIT MENYUSUT: Aktivitas warga di Bengawan Solo. Saat ini, penyedotan air bengawan marak dan tak berizin.

DEBIT MENYUSUT: Aktivitas warga di Bengawan Solo. Saat ini, penyedotan air bengawan marak dan tak berizin. (MOCHAMAD NURKOZIM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Musim kemarau ini, masalah di Sungai Bengawan Solo cukup kompleks. Tidak hanya penambangan pasir, namun juga penyedotan air besar-besaran oleh warga.

Penyedotan air untuk pertanian itu juga menjadi masalah yang serius. Sebab, tidak berizin. Akibatnya, penyedotan air itu tidak terukur. ’’Padahal, mengurus izin tidak ada biaya,’’ kata Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) 4 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Hidayat ditemui di Desa Semanding, Bojonegoro, kemarin (22/10).

Dia menjelaskan, izin penyedotan air diperlukan agar BBWS bisa mengukur kebutuhan air untuk pertanian. Hal itu akan membuat penyedotan air tidak dilakukan semau petani. ’’Sebab, Bengawan Solo tidak hanya Bojonegoro. Masih ada Tuban dan wilayah Lamongan yang membutuhkan,’’ ujar Hidayat.

Akibatnya, lanjut Hidayat, Bengawan Solo akan kering saat kemarau seperti ini. Mungkin di sejumlah wilayah hilir, kondisinya lebih parah. Paling banyak pengambilan air Bengawan Solo yang ada di Bojonegoro. Jumlahnya mencapai 200 pompa lebih. Itu dari Kecamatan Margomulyo sampai Bojonegoro Kota. Belum yang ke timur lagi. ’’Mungkin lebih banyak,’’ keluhnya.

Hingga kini, lanjut Hidayat, upaya yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi. Sehingga, para petani mau mengurus izin. ’’Izin tidak ada biaya. Yang dikenai biaya adalah pengusaha,’’ pungkas dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurul Azizah menjelaskan, Bengawan Solo juga harus mendapat perhatian serius. Sebab, pada musim kemarau itu rawan tercemar. Mulai sampah hingga limbah. Itu semua membuat kualitas air di sungai terpanjang Pulau Jawa itu tidak bagus.

’’Air Bengawan Solo tidak bisa dikonsumsi secara langsung. Harus diolah dulu,’’ tutur dia.

Nurul menjelaskan, air bengawan adalah tipe tiga. Yakni, air yang tidak bisa dikonsumsi langsung oleh manusia. Namun, bisa digunakan untuk pertanian dan peternakan. ’’Supaya air bengawan tetap bagus jangan membuang sampah di situ,’’ jelasnya.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia