Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Hadirkan Saksi Ahli Kabag Hukum dan Inspektorat

22 Oktober 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DATANGI SAKSI: Soeyono Hadi menjalani sidang di PN Tipikor Surabaya.

DATANGI SAKSI: Soeyono Hadi menjalani sidang di PN Tipikor Surabaya. (Istimewa)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sidang Soeyono Hadi, oknum PNS terdakwa dugaan korupsi Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kecamatan Kapas 2014-2015 berlangsung cepat. Besok (23/10) agenda sidang menghadirkan ahli.

Sebelumnya jaksa telah menghadirkan saksi dua kali dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya itu.

“Saksi ahlinya dari inspektorat dan kepala bagian hukum,” kata Dekri Wahyudi, salah satu jaksa penuntut umum (JPU) kejaksaan negeri (kejari) kemarin (21/10).

Sebelumnya, sidang dengan terdakwa Soeyono Hadi telah hadirkan 10 saksi. Mereka dari lima desa di Kecamatan Kapas. Per desanya dihadirkan dua saksi, di antaranya Desa Tapelan, Tanjungharjo, Wedi, Bendo, dan Bangilan.

Perlu diketahui, jumlah kerugian negara atas dugaan korupsi PBB Kecamatan Kapas 2014-2015 sebesar Rp 346 juta. Saat penyidikan, terdakwa mengembalikan uang kerugian negara Rp 271 juta. Jumlah kerugian negara atas dugaan korupsi dana desa (DD) Pragelan 2016 sebesar Rp 156 juta. Pun terdakwa telah mengembalikan semua jumlah uang kerugian negara tersebut.

“Nantinya pengembalian uang kerugian negara akan dijadikan pertimbangan hakim,” pungkasnya.

Besok juga berlangsung sidang dugaan korupsi DD Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, terdakwa eks Kepala Desa Pragelan Totok Sudarminto. Sidang juga merupakan tahap pemeriksaan ahli. Rencananya, jaksa akan menghadirkan ahli dari dinas perumahan, kawasan pemukiman, dan cipta karya (DPKPCK).

“Tinggal nanti pemeriksaan saksi ahli, lalu saksi a decharge (saksi meringankan) terdakwa,” ujar Dekri.

Sidang sebelumnya, tim JPU telah hadirkan lebih dari lima saksi. Terdiri atas perangkat desa dan tim pelaksana di desa.

Dekri mengatakan, kedua terdakwa didampingi penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) PN Tipikor Surabaya.

(bj/gas/rij/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia