Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Jargon Setiajit Memimpin Tuban ke Depan

Tuban Milik Bersama, Majukan, Nikmati Hasilnya Bersama

20 Oktober 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Setiajit, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur

Setiajit, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur (Istimewa)

Share this      

TUBAN – Maju dan berkembangnya suatu daerah sangat ditentukan dari pemimpinnya. Itu karena dengan kekuasaan yang dipegang, seorang pemimpin bisa mendorong kemajuan yang luar biasa bagi daerah yang dipimpinnya.

Paparan yang disampaikan Kepala Dinas ­Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur Setiajit pada Workshop Meneropong Pemimpin Tuban dalam Pilkada 2020 di kampus Unirow Tuban kemarin (19/10) itu tidak sekadar beretorika. Namun, berdasarkan teori. Teori tersebut menyebutkan, kemajuan suatu negara atau daerah 60 persen dipenga­ruhi oleh leadership atau kepemimpinan.

Karena itulah, pada Pilkada 2020, dia berharap masyarakat Tuban tidak salah memilih pemimpin. ‘’Pilihlah pemimpin yang sesuai kapasitas dan kemampuannya. Termasuk program apa yang ditawarkan kepada rakyat,’’ tegas dia.

(Istimewa)

Dikatakan Setiajit, tiga hal yang memengaruhi kemajuan sebuah negara atau daerah. Yakni, kurangnya pimpinan yang visioner, inovatif, dan berani mengambil keputusan.

Hal lain yang memengaruhi, kurangnya sinergi dan pelibatan masyarakat dalam pembangunan serta kurangnya kebijakan anggaran dan program yang prorakyat.

Visi seorang pemimpin, menurut dia, sangat penting sebagai pemicu pembangunan dan kemajuan daerahnya. Sedang sinergi sangat diperlukan, sehingga tidak hanya memen­tingkan atau memerhatikan satu kelompok saja, namun menyelesaikan seluruh persoalan bersama-sama. ‘’Karena itu, jargon saya adalah Tuban Milik Bersama. Artinya tidak boleh ada kelompok tertentu yang merasa paling punya. Tapi milik bersama, maka dimajukan bersama dan hasilnya dinikmati bersama,’’ tegas bakal calon (balon) bupati dari PDI Perjuangan dan Partai NasDem itu.
Visi Setiajit adalah menjadikan Tuban Unggul, Sejahtera, dan Berkeadilan. Sembilan program unggulan yang ditawarkan, Tuban bangkit, mandiri, cerdas, sehat, makmur, kerja, agro, ­melayani, dan harmoni.

‘’Masing-masing program itu penjabarannya luas. Itu yang nanti akan kita kerjakan,’’ urai mantan kepala Bakorwil Bojonegoro itu.

Kondisi Kabupaten Tuban sekarang ini, kata pria kelahiran Marakurak itu,

masih terpuruk. Bumi Wali tercatat sebagai daerah termiskin kelima di Jawa Timur. Jumlah warga papa masih pada angka 16,87 persen. Bandingkan dengan Bojonegoro yang hanya 14,34 persen dan Lamongan 14,42 persen.

Indek pembangunan manusia (IPM) Bumi Wali juga rendah. Tercatat 67,43.  Kalah dengan Bojonegoro yang bertengger di angka 67.85. Sementara Lamongan 71,97 dan Gresik 75,28.

Menurut Setiajit, IPM juga memengaruhi rendahnya lama sekolah. Di Tuban, rata-rata lama sekolah warganya 6,52. Padahal, Lamongan melesat di angkat 7,83 dan Bojonegoro 11,07. Penduduk dengan angka jaminan kesehatan di Tuban juga masih 42,92 persen. Jauh dibanding Bojonegoro 94 persen lebih.

Mantan Pejabat Bupati Jombang itu mene­gaskan, Tuban memiliki sumber daya yang luar biasa. Pertanian dan perkebunannya bagus. Sumber daya alamnya juga luar biasa melimpahnya. Di sektor pertambangan, Tuban memiliki posphat, kalsium, silika, minyak, gas dan sebagainya.
‘’Kekayaan itu yang harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat. Harus ada kebijakan yang mendukung kesejahteraan rakyat,’’ tandas dia.

Begitu juga gas yang terkandung dalam bumi di selatan Tuban sebesar 600 mmscf 600 triliun kubik feed. Jika digarap serius, bisa memakmurkan rakyat. Potensi lain, banyaknya gua, makam wali, dan SDM juga luar biasa.

‘’Orang-orang Tuban di luar daerah banyak yang jadi pemimpin. Saya terpanggil untuk berkhidmat di tanah kelahiran sebagai pemimpin di sini,’’ tandasnya.

(bj/ds/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia