Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Hasil Uji Lab Belum Turun

Kualitas Air Bengawan Menurun

20 Oktober 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DANGKAL: Air Sungai Bengawan Solo di utara Jembatan Trucuk-Bojonegoro kondisinya surut. Endapan dan banyaknya sampah tercecer.

DANGKAL: Air Sungai Bengawan Solo di utara Jembatan Trucuk-Bojonegoro kondisinya surut. Endapan dan banyaknya sampah tercecer. (MOCHAMAD NURKOZIM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Hasil uji laboratorium air Sungai Bengawan Solo, hingga saat ini belum turun. Uji laboratorium itu dilakukan bulan lalu. Meski begitu, kondisi debit air menurun saat ini memastikan kualitas air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro mengalami penurunan kualitas.

Banyaknya endapan sampah membuat kualitas air di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu menurun. ‘’Hasil uji laboraturium Mei lalu menunjukkan kualitas air mengalami penurunan,’’ ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Nurul Azizah kemarin (19/10).

Nurul menjelaskan, penurunan itu terlihat dari tingginya kandungan chemical oxygen demand (COD) dan biological oxygend demand (BOD). Jika kandungan kandungan BOD dan COD tinggi, air bengawan tidak bisa dikonsumsi langsung. ‘’Harus diolah terlebih dulu,’’ jelas perempuan menjabat Camat Kalitidu itu.

Bulan lalu, lanjut Nurul, DLH sudah mengirimkan sampel air untuk diuji laboratirium. Namun, hingga kini hasilnya belum diketahui. ‘’Hasilnya belum keluar,’’ jelasnya.

Karena itu, menurut Nurul, saat ini air bengawan tidak bisa dikonsumsi langsung. Namun, harus diolah terlebih dulu. Jika langsung dimasak, dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan. Namun, lanjut dia, air Bengawan Solo bisa digunakan langsung untuk kebutuhan pertanian dan peternakan. Sebab, air itu masuk kategori tipe tiga. Yakni, tidak bisa dikonsumsi langsung oleh manusia.

Sebelumnya, air bengawan diindikasi terkena cemaran limbah tekstil dari Jawa Tengah. Karena itu, DLH akan melakukan MoU dengan daerah lain dalam penanganan masalah itu. ‘’Sehingga, tahun depan tidak terulang lagi masalah pencemaran itu,’’ jelasnya.

Sejauh ini, limbah yang mencermari bengawan baru limbah tekstil. Tepatnya limbah batik. Belum ada indikasi limbah lain.

Menurut Nurul, pencemaran di Bengawan Solo akan mengalami penurunan saat musim hujan. Sebab, saat musim hujan air bengawan akan mengalir deras.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia