Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Satpol PP Diminta Lebih Tegas

Disegel, Tower Diduga Diaktifkan Diam-Diam

19 Oktober 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DISEGEL: Tower telekomunikasi di Desa Sungelebak yang disegel Satpol PP karena diprotes warga, diduga diaktifkan diam-diam.

DISEGEL: Tower telekomunikasi di Desa Sungelebak yang disegel Satpol PP karena diprotes warga, diduga diaktifkan diam-diam. (INDRA GUNAWAN/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Warga Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan geram. Sebab, tower telekomunikasi ilegal yang telah disegel didugakembali diaktifkan. Seperti diketahui, tower milik PT Protelindo tersebut disegel sejak l 2017 lalu, karena adanya penolakan  warga sekitar. 

''Dari awal kita memang tidak setuju beroperasinya tower tersebut. Pihak terkait harus lebih tegas, karena beberapa kali pihak tower melanggar,'' tutur Rudi, warga setempat kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (18/10). 

Sejak dua tahun lalu ower itu dinyatakan ilegal. Namun pihak operator tower tersebut berulang kali mengaktifkan lagi. Warga setempat berulang kali melapor. Tapi respon dari Satpol PP hanya melakukan penyegelan, namun tidak melakukan tindakan tegas. 

Seperti pertengahan Mei lalu, pihak operator tower diam-diam mengaktifkan kembali. Satpol PP akhirnya melakukan penyegelan pada 15 Mei 2019. Sayangnya, penyegelan tersebut hanya seperti gertak sambal. Pihak operator kembali membandel dengan mengaktifkan tower. 

''Setelah disegel Satpol PP Mei lalu memang mati. Tapi sebulan kemudian ternyata on lagi. Kami belum melaporkan ke Satpol PP,'' imbuh Rudi. 

Rudi mengaku sudah meninjau ke tower tersebut. Label segel dari Satpol PP masih terpasang. Dia mendapati, panel listrik tower tersebut dipecah. Itu yang dilakukan oleh pihak operator tower untuk mengaktifkan kembali tower. 

''Ternyata diaktifkan lagi dari kacanya,'' imbuhnya  

Tak sampai di situ. Pihak tower diam-diam juga memasang material alat di tower minggu lalu. Rudi mengaku, tak mengetahui pemasangan material tambahan tersebut. "Tahu-tahu sudah terpasang. Dari situ kami mulai curiga,'' katanya. 

Rudi mengatakan, salah satu rekanan dari operator tower menurunkan material tambahan, Kamis (17/10). Rudi menyatakan, fakta tersebut memunculkan adanya pembiaran dari instansi terkait. Karena tak mengawasi tower ilegal tersebut. 

''Ini tadi salah satu PT dari Surabaya menurunkan alat-alat baru yang akan dipasang di tower,'' imbuh Rudi. 

Sementara itu, Kepala Satpol PP Lamongan, Suprapto mengaku belum mendapatkan informasi adanya tower ilegal di Sungeilebak yang diaktifkan kembali. Dirinya berjanji bakal menindaklanjuti keluhan warga ke lapangan. 

''Itu tower yang bermasalah dulu ya. Nanti akan saya suruh petugas memantau ke lapangan. Kalau memang ada pelanggaran, maka akan kita lakukan penindakan,'' pungkasnya.

(bj/feb/ind/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia