Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment
0 Persela vs PSIS 1

Degradasi di Depan Mata

19 Oktober 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIKAWAL: Pemain Persela Rafinha dikawal ketat pemain PSIS kemarin sore (18/10).

DIKAWAL: Pemain Persela Rafinha dikawal ketat pemain PSIS kemarin sore (18/10). (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Persela gagal menjauh dari zona degradasi. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir dipermalukan tamunya PSIS dengan skor 0-1 di Stadion Surajaya Lamongan, kemarin (18/10) sore. Hasil ini membuat tim berkaus kebesaran biru muda itu hanya mengoleksi 20 poin, serta terancam masuk zona degradasi.

’’Tidak bagus. Hasil tidak bagus. Target kita kan menang dapat tiga angka. Tapi satu menit sebelum habis pertandingan, kita kebobolan,’’ tutur Head Coach Persela Nil Maizar kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Tim tamu memulai kickoff di babak pertama dengan tampil agresif. Persela membuka peluang di menit ke-3. Sayang tendangan Sugeng Efendi masih menyamping di sisi gawang Jandia Eka Putra. 

Pertahanan PSIS yang cukup rapat, membuat pemain depan Persela kesulitan menembus. Kei Hirose, Rafael Gomes De Olivera, dan Alex Dos Santos Goncalves ditempel ketat. Sehingga, trio asing Persela tersebut sulit berakselerasi.

Persela baru menciptakan peluang di menit ke-24. Rafinha mampu merangsek dari sisi kiri, yang selanjutnya memberikan umpan ke tengah. Namun, tendangan Alex masih cukup lemah. Nil menarik keluar Sugeng yang digantikan Malik Risaldi di menit ke-37. Selanjutnya, Rafinha menciptakan peluang di menit ke-39. Sayang tendangannya masih mengarah kepelukan Jandia. Skor kacamata menutup laga babak pertama.

’’Passing memang ada yang salah, finishing ada yang salah. Tapi sepak bola memang begitu. Hari ini (kemarin, Red) pemain tidak menunjukkan kemampuan terbaiknya,’’ ujar pelatih 49 tahun tersebut. 

Baru dua menit berjalan di babak kedua, tim tamu mampu menciptakan peluang emas. Untung tendangan pemain PSIS masih menyamping dari gawang Dwi Kuswanto. Tim tamu memiliki sejumlah peluang di menit ke-62. Barisan pertahanan Persela yang bermain cukup solid, mampu menggagalkan dua peluang emas Laskar Mahesa Jenar - julukan PSIS Semarang. 

Upaya Persela untuk memimpin mampu dipatahkan kiper PSIS yang tampil cukup gemilang. Salah satunya peluang dari Rafinha yang mampu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti di menit ke-63. Namun tendangannya masih mampu diblok kiper berambut panjang tersebut.

’’Di babak pertama memang penampilan Persela seperti biasanya. Tapi babak kedua , saya kira berjalan semua. Tapi memang kurang maksimal,’’ ucap pelatih berlisensi AFC Pro tersebut. 

Bruno Silva membuat publik Lamongan berdebar di menit ke-68. Namun, sundulannya masih membentur mistar. Di menit ke-69, PSIS mendapatkan hadiah tendangan bebas hanya beberapa sentimeter (cm) dari kotak penalti Persela. Untungnya tendangan Bruno Silva membentur pagar betis Persela.

Di akhir babak kedua, penggawa Persela kehilangan konsentrasi. Berawal dari serangan balik cepat, tim tamu mampu mencetak gol di menit 90+3. Bruno Silva tanpa pengawalan memberikan umpan dengan sundulan. Hari Nur Yulianto yang berdiri bebas dengan tenang memperdayai Dwi Kuswanto. Skor 0-1 untuk PSIS menutup pertandingan. 

’’Tapi saya pikir perjuangan pemain sudah luar biasa. Saya dalam hal ini yang bertanggung jawab,’’ imbuh Nil. 

Sementara itu, tambahan tiga poin membuat PSIS mengoleksi 24 poin. Head Coach PSIS Bambang Nurdiansyah bersyukur atas kemenangan away yang diraih oleh timnya. Namun, Bambang mengaku masih memiliki pekerjaan untuk memperbaiki timnya. Karena dirinya harus menyiapkan PSIS agar lebih aman dari zona degradasi. 

’’Kita juga tidak posisi aman, sama seperti Persela dan Barito. Kita berebut tidak degradasi. Hasilnya kita syukuri. Tapi PR masih banyak,’’ ucap Bambang saat post match press conference. 

Menurut dia, kunci sukses kemenangan PSIS yakni dengan mematikan pergerakan gelandang Jepang Persela, Kei Hirose. Selain itu, pemainnya bermain dengan motivasi tinggi sepanjang pertandingan. 

’’Kemenangan PSIS bukan karena pelatih. kemenangan PSIS karena pemainnya tidak mau kalah,’’ pungkasnya.

(bj/ind/feb/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia