Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
1 Persewar vs Persatu 0

Sepurane Lur, Degradasi Maneh

18 Oktober 2019, 16: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Fahmi Fikroni, Manajer Persatu

Fahmi Fikroni, Manajer Persatu (CANGGIH PUTRANTO/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban­ - Ambyar; Selamat datang Liga 3. Setidaknya kami sudah berjuang, Tuban jagoanku. Semoga lekas kembali ke Liga 2. Itulah sejumlah story  WhatsApp (WA) setelah Persatu Tuban kalah 0-1 atas tuan rumah Persewar Waropen di Stadion Cendrawasih Biak Papua, kemarin (17/10) sore.

Praktis, capaian hasil perjuangan skuad Persatu Tuban untuk bertahan di Liga 2 musim depan akhirnya terhenti. Persatu harus puas berada di urutan kedua paling bawah wilayah timur. Koleksinya 20 poin dan harus terdegradasi ke Liga 3 2020.

Meski menyisakan satu pertandingan versus tuan rumah Madura FC di Madura, Senin (21/10), hasil itu tak mengubah posisi Persatu.

Sebab, dua tim di atasnya PSBS Biak dan Persiba Balikpapan telah mengoleksi 24 poin.

Ya, kekalahan tersebut merupakan kado pahit saat Persatu berusia 44 tahun. Tepat pada hari ulang tahun kemarin (17/10) Persatu turun kasta ke liga amatir.

Dengan hasil itu, tim yang dimanajeri Fahmi Fikroni kembali hanya numpang lewat di kompetisi kasta kedua liga Indonesia. Pada Liga 2 2017, tim yang dimanajeri anggota DPRD Tuban itu  juga hanya numpang lewat saja. ’’Mohon maaf kepada seluruh masyarakat pecinta sepak bola Tuban, khususnya para suporter Ronggomania. Kami mewakili manajemen belum bisa mempersembahkan prestasi tahun ini,’’ jawab singkat Fahmi Fikroni ketika ditanya atas hasil pertandingan via pesan pendek.

Senada disampaikan media officer Persatu Asep Nur Hidayatulloh. Menurut dia, kekalahan 0-1 membuat tim Persatu degradasi ke Liga 3 musim depan.

Persatu sudah berjuang maksimal. Bahkan, puncaknya pada paro  kompetisi bergulir, manajemen ''belanja'' besar-besaran pemain. Sedikitnya 12 pemain dikontrak untuk mengarungi putaran kedua. Dua di antaranya pemain naturalisasi bek Mohamed Lamine Fofana dan striker Mamadou Lamarana Diallon. Bahkan, meski gawang Persatu dijaga eks kiper timnas, ternyata masih banyak kebobolan juga.

Mamadou Lamarana Diallo kepada Jawa Pos Radar Tuban menyampaikan permintaan maaf atas hasil tersebut. ‘’Aku juga minta maaf tidak bisa bantu tim buat tidak degradasi,’’ tulis dia yang dikirim ke Wa wartawan koran ini kemarin. (zak/ds)

(bj/zak/ds/yan/can/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia