Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada 2015

Diperiksa Empat Jam, Langsung Ditahan

18 Oktober 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DITAHAN: Irwan Setiadi saat dikawal masuk mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Lamongan.

DITAHAN: Irwan Setiadi saat dikawal masuk mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bendahara APBD KPUK Lamongan, Irwan Setiadi didampingi pengacaranya, memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, kemarin (17/10). Tersangka kasus penyelewengan dana hibah Pilkada Lamongan 2015 tersebut langsung ditahan, setelah menjalani pemeriksaan sekitar empat jam lebih.

‘’Terkait pemeriksaan hari ini (kemarin, Red), hanya sedikit tambahan. Hari ini (kemarin, Red) sudah bisa dilakukan penahanan,’’ tutur Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susandi kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Penasehat hukum (PH) tersangka sempat mengajukan penangguhan hukum, namun ditolak Kejari Lamongan. Yugo membenarkan hal tersebut. Tim penyidik telah mempertimbangkan hal lain, sehingga memilih untuk langsung menahan tersangka. ‘’Itu kembali ke pasal 21 KUHAP. Berikutnya kami ingin menyelesaikan kasus ini agar prosesnya lebih efisien,’’ ucap penyidik berkacamata tersebut.

Yugo menjelaskan, berdasarkan temuan badan pemeriksa keuangan (BPK), terindikasi kerugian negara sebesar Rp 900 juga. Irwan terancam pasal 2, pasal 3, pasal 8, dan pasal 9 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

‘’Ancaman hukumannya di atas lima tahun kurungan penjara,’’ imbuhnya.

Terpisah, PH Irwan, Umar Buang menjelaskan, kliennya dimintai keterangan dan disodori sekitar 36 pertanyaan oleh penyidik. Namun, dirinya belum bisa membeberkan detail terkait pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik. ‘’Intinya penyidik butuh mengembangkan aliran dana tersebut,’’ tukasnya.

Dia jugamenjelaskan, pihaknya mengajukan penangguhan penahanan karena kliennya kooperatif dan selalu hadir ketika dimintai keterangan. Selanjutnya, pihaknya bakal secara kooperatif mengikuti proses hukum di Kejari Lamongan.

‘’Ternyata tidak bisa menerima. Jadi harus masuk. Bilangnya mereka (penyidik) karena sudah cukup bukti untuk menahan,’’ pungkasnya.

(bj/ind/feb/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia