Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Korban Merasa Rugi Puluhan Juta Rupiah

Uang Asuransi Ditilep Upline, Melapor

16 Oktober 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MELAPOR: Tri Ernawati, asal Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, kemarin (15/10) melaporkan Sujono dengan tuduhan dugaan penipuan di  Mapolres Lamongan.

MELAPOR: Tri Ernawati, asal Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, kemarin (15/10) melaporkan Sujono dengan tuduhan dugaan penipuan di Mapolres Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Tri Ernawati, 37, asal Desa Tritunggal, Kecamatan Babat kemarin (15/10) mendatangi Mapolres Lamongan. Dia merasa menjadi korban penipuan dari Sujono, 35, asal Kelurahan Sidoharjo, Lamongan yang menjadi upline-nya di perusahaan asuransi, Prudential. Sebab, uang pembayaran asuransinya Rp 1 juta per orang tidak disetorkan ke perusahaan sejak 2017.

Dia datang ke mapolres tidak sendirian. Namun, bersama tiga saudaranya yang juga merasa menjadi korban aksi Sujono.

Di hadapan petugas, Tri Ernawati mengatakan, dirinya bersama suaminya mendaftarkan diri mengikuti program asuransi Prudential pada 2012. Dia membayar Rp 2,5 juta, sedangkan suaminya Rp 3 juta per bulan. Dua tahun kemudian, Ernawati mengaku sakit. Dia memutuskan cuti sementara. Suaminya, masih ikut program tersebut.

Pada 2015, dia mendaftarkan kedua anaknya, Febu Nurus dan Ade Nurma, untuk asuransi tersebut. Pembayaran asuransinya, Rp 1 juta untuk satu orang.

Awalnya, pembayaran dilakukan secara auto debit dengan mengurangi saldo pada rekening banknya. Namun, suatu hari pembayaran tidak dapat dilakukan karena saldo di rekening bank tidak memenuhi nilai untuk ditarik secara auto debit.

‘’Di situlah Sujono datang ke rumah untuk mengambil uang pembayaran,’’ ceritanya.

Pembayaran asuransi untuk kedua anaknya kemudian dilakukan tunai ke Sujono sejak awal 2017. Pada 2018, Ernawati ingin mengaktifkan lagi asuransinya yang sempat cuti. Namun, dia dimintai Sujono membayar Rp 55 juta untuk pengaktivan tersebut. Rinciannya, 22 bulan dengan angsuran Rp 2,5 juta per bulan.

Permintaan Sujono itu disanggupi Ernawati. Dia membayar pada 2019. Setelah itu, pelapor setiap bulan membayar ke Sujono. Bahkan, uangnya dikirimkan via transfer. Bukan auto debit dari bank ke perusahaan asuransi.

Ernawati merasa janggal ketika dirinya tak mendapatkan bukti pembayaran asuransinya. ‘’Pada bulan April 2019 berhenti lebih dulu karena tak diberikan bukti pembayaran beberapa bulan yang lalu,’’ akunya.

September lalu, pelapor didatangi dua orang yang juga mengaku dari Prudential. Dia ditanyai tentang berhentinya mengikuti asuransi. Berdasarkan data dua orang tersebut, lanjut Ernawati, dirinya terakhir membayar pada Oktober 2017. Bahkan, uang asuransinya di perusahaan tersebut telah diambil Sujono.

‘’Tak hanya saya, beberapa saudara juga mengalami hal serupa,’’ katanya.

Mansur, kakak Ernawati, mengatakan, dirinya mengikutkan satu anaknya. Sedangkan saudaranya, Indah Hartatik, 40, mendaftarkan dua anaknya. Sementara Narsul Rahmawati, 38, mengikutkan satu anaknya.

Indah Hartatik mengatkan, dirinya kaget ketika melakukan pengecekan ke kantor asuransi tersebut. Ternyata uangnya sudah dipindahkan ke bank swasta dengan atas namanya. Padahal, dirinya tak mempunyai bank tersebut.  

‘’Bukti pemindahan uang di bank itu juga atas nama saya. Kemungkinan besar yang buatkan adalah Sujono,’’ katanya.

Kanit Pidum Polres Lamongan, Ipda Sunandar, mengatakan, laporan tersebut diterima pihaknya lebih dulu. Ke depan, dilakukan pemeriksaan beberapa saksi lebih dulu dan mengumpulkan alat bukti.

‘’Tunggu dulu ya, masih melakukan pemeriksaan saksi – saksi. Total kerugian belum dilakukan perhitungan,’’ ujarnya.   

Wartawan Jawa Pos Radar Lamongan berusaha meminta konfirmasi ke kantor Prudential di Jalan Sumargo, Lamongan. Namun, belum ada konfirmasi dari perusahaan tersebut. Sehingga belum diketahui apakah Sujono memang memiliki status di Prudential atau tidak.

‘’Atasan kami tidak ada di kantor Mas. Saya juga tidak berhak memberikan jawaban,’’ kata Eva, salah satu pegawai yang ada di kantor Prudential tersebut.

Sujono juga belum bisa dikonfirmasi. Wartawan koran ini belum menemukan nomor kontak yang bersangkutan.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia