Selasa, 21 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Mantapkan Penerapan Transaksi Nontunai dalam Pengelolaan BOS

14 Oktober 2019, 13: 48: 53 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PEMBICARA: Drs. Suhud, M.Pd saat membuka acara workshop bersama Drs. Siswadi, M.Pd, dan Drs. Rusmiadi, M.Pd.

PEMBICARA: Drs. Suhud, M.Pd saat membuka acara workshop bersama Drs. Siswadi, M.Pd, dan Drs. Rusmiadi, M.Pd. (M. Arif Nafik/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN - Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta  di wilayah Tuban selatan mengadakan workshop penge­lolaan bantuan operasional sekolah (BOS). Acara yang diselenggarakan di SMPN 2 Bangilan, Sabtu (12/10) tersebut diikuti 24 SMP negeri dan swasta dari tujuh kecamatan. Yakni, Parengan, Sing­gahan, Senori, Bangilan, Jatirogo, Ken­duruan,  dan Montong.

Workshop tersebut menghadirkan tiga narasumber yang merupakan pengawas SMP wilayah selatan, Drs. Siswadi, M.Pd, Drs. Rusmiadi, M.Pd, dan Drs. Suhud, M.Pd (membuka acara). Acara diskusi dalam workshop tersebut  diikuti kepala sekolah beserta operator BOS, bendahara BOS, dan dapodik dari masing-masing sekolah.

Sony Purbiyanto, koordinator workshop tersebut mengatakan, kegiatan tersebut merupakan persiapan menghadapi pro­gram pengelolaan dana BOS dengan transaksi nontunai yang mulai diterapakan per 1 Januari 2020. Menurut dia, dikum­pulkannya seluruh sekolah tersebut untuk menyamakan persepsi dan pemahaman mengenai sistem penge­lolaan BOS. ‘’Ini inisiatif bersama untuk mengumpulkan sekolah-sekolah di wilayah Tuban selatan dan mendatangkan narasumber yang memang memahami masalah tersebut. Tujuannya, supaya saat mengaplikasikan program tersebut tidak ada kesulitan,’’ tegas dia. 

BELAJAR HAL BARU: Kepala SMP negeri dan swasta wilayah Tuban selatan yang mengikuti acara workshop penerapan transaksi nontunai pengelolaan BOS.

BELAJAR HAL BARU: Kepala SMP negeri dan swasta wilayah Tuban selatan yang mengikuti acara workshop penerapan transaksi nontunai pengelolaan BOS. (M. Arif Nafik/Jawa Pos Radar Tuban)

Kepala SMPN 2 Jatirogo itu menjelaskan, sistem baru tersebut harus diikuti seluruh sekolah. Dia berharap jika program ter­sebut sudah berjalan, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena ketidak­pahaman dalam menjalankan sistem tersebut. ‘’Saya harap dengan jemput bola seperti ini, SMP di wilayah Tuban selatan dapat memahami transaksi non tunai dalam pengelolaan BOS. Nantinya jika program ini sudah berjalan, minimal sudah mengerti,‘’ ujar pendidik senior itu.

Siswadi, salah satu narasumber seka­ligus pengawas SMP dalam workshop itu mengakui hal baru yang akan diterap­kan dinas pendidikan di Tuban. Menurut dia, dengan sistem baru pengelolaan dana BOS tersebut, semua transaksi di­lakukan secara nontunai. Jika sekolah ingin melakukan pengadaan barang dan jasa (PBJ) dapat melalui aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Seko­lah(SIPLah) yang tersedia. ‘’Jadi dengan adanya sistem baru itu semua sekolah harus bisa menguasai SIPLah, karena di situ berlangsung proses PBJ,’’ kata dia. Pendidik asal Senori itu menjelaskan, SIPLah merupakan program aplikasi yang disediakan untuk PBJ dana BOS. Di dalam SIPLah tersebut, terang dia,  terdapat sebanyak enam market pleace. Yakni, Pesona Edu, Eureka BOOK House, SIPLAH BLANJA, Toko Ladang, Inti, Blibli. Dengan aplikasi PBJ tersebut nantinya antara sekolah dan toko penyedia barang dan jasa dapat bertemu. ‘’Jika sekolah ingin membeli di tempat terdekat, tetapi belum terdaftar dalam market pleace sekolah bisa merekomendasikan toko tersebut ke dalam market pleace,‘’ jelas Siswadi.

Mantan kepala SMPN 1 Jatirogo itu mengatakan, pe­­nerapan transaksi nontunai diterapkan pada awal 2020. Sebelum diterapkan, disdik memberikan waktu bagi sekolah dalam triwulan terakhir ini untuk mulai belajar mengaplikasikannya. ‘’Saya juga berpesan kepada mereka untuk jangan takut sebelum mencoba. Kita juga memaklumi karena ini merupakan hal baru dan butuh waktu untuk proses penerapannya,’’ tuturnya. (rif/ds)

(bj/*/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia