Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment
Akibat Jadwal Padat dan Prestasi Persela

Kehadiran Suporter Menurun

12 Oktober 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BANYAK KURSI KOSONG: Tribun penonton di Stadion Surajaya banyak yang kosong saat Persela bertanding di kandang pada kompetisi tahun ini.

BANYAK KURSI KOSONG: Tribun penonton di Stadion Surajaya banyak yang kosong saat Persela bertanding di kandang pada kompetisi tahun ini. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tingkat kehadiran suporter saat Persela bertanding di Stadion Surajaya Lamongan mengalami penurunan. Berdasarkan data occupancy rate (tingkat kehadiran) suporter yang dihimpun media officer (MO) Persela, yakni tahun ini lebih rendah dibanding kompetisi Liga 1 tahun lalu.

MO Persela Andika Hangga Pramana mengklaim, penurunan suporter itu salah satu faktor penyebabnya, yakni padatnya jadwal kompetisi. ’’Ada beberapa faktor yang membuat occupancy rate kita mengalami penurunan dibanding tahun lalu,’’ tutur MO Persela kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (11/10).

Hangga, sapaannya, menjelaskan, padatnya jadwal kompetisi dinilai cukup memberatkan suporter. Terkadang dalam satu bulan ada tiga pertandingan yang digelar di stadion kebanggaan masyarakat Lamongan tersebut. Sehingga, terdapat kecenderungan suporter hanya memilih satu laga yang paling diminati untuk ditonton.  ’’Bagi suporter yang masih remaja cukup berat mengeluarkan uang untuk melihat setiap pertandingan Persela dalam satu bulan,’’ tukasnya.

Faktor lain, lanjut dia, mayoritas laga home Persela musim ini kickoff di hari aktif bekerja. Serta perubahan jadwal yang sering terjadi di tiap laga. Apalagi, jumlah siaran pertandingan Persela di televisi cukup sering. Selain itu, suporter juga masih bisa menyaksikan melalui streaming pertandingan bila tidak disiarkan di televisi. ’’Bukan hanya Persela, tapi hampir semua tim merasakan hal yang sama (penurunan jumlah suporter datang ke stadion),’’ ujar pria yang juga membesut Persela U-18 tersebut.

Hangga mengamati, tahun lalu laga-laga super big match mampu menarik banyak suporter untuk hadir ke stadion. Tapi, kompetisi tahun ini laga Persela menghadapi Persib, Persija, dan Arema FC, tidak terlalu besar penontonnya.

’’Apalagi kapasitas Stadion Surajaya juga bertambah setelah direnovasi lalu, jadi tiap pertandingan terlihat banyak kursi yang kosong,’’ imbuhnya.

Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persela M. Muhadjir tidak menampik jika occupancy rate suporter Persela mengalami penurunan cukup drastis. Menurut dia, prestasi Persela yang kini kurang moncer menjadi penyebab suporter malas datang ke stadion. Seperti diketahui, Persela kini satu strip di atas tiga tim degradasi dengan 20 poin dari 21 pertandingan. 

’’Memang ada banyak faktor penyebabnya, salah satunya prestasi Persela yang saat ini juga sedang menurun,’’ pungkasnya.

(bj/ind/feb/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia