Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Golkar-PBB Usung Calon Sendiri

12 Oktober 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

LENGKET: Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky bertemu dengan  Mukaffi Makki, anggota DPRD Tuban dari PBB.

LENGKET: Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky bertemu dengan Mukaffi Makki, anggota DPRD Tuban dari PBB. (ZAKKI TAMAMI/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - Koalisi Partai Golkar dan Partai Bulan Bintang (PBB)  di Tuban dipastikan tidak hanya untuk kepentingan internal kedua partai di DPRD Tuban. Kerja sama tersebut dipastikan bakal berlanjut hingga Pilkada 2020.

Kepastian tersebut kemarin (11/10) disampaikan  Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky. ‘’Betul, komitmen kita (Partai Golkar-PBB) koalisi di legislatif dan pilkada,’’ kata  dia ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.

Dengan sepuluh kursi gabungan yang dimiliki kedua partai tersebut, Partai Golkar dan PBB bisa mengusung calon bupati dan wabup sendiri pada pesta demokrasi 2020. Perlu diketahui, di DPRD Tuban, Partai Golkar memiliki 9 kursi dan PBB 1 kursi. Di gedung parlemen setempat, keduanya bergabung menjadi Fraksi Golkar Berbintang.

Disampaikan putra mantan Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti itu, dirinya tetap berkomitmen bersama partai lain untuk melanjutkan programnya Mbangun Deso, Noto Kutho. Harapannya, semua lapisan masyarakat bisa merasakan dampak pembangunan. Baik pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia (SMD). ''Ini demi Tuban yang lebih baik,’’ tegasnya.

Lindra, sapaan akrab anggota DPRD Provinsi Jatim itu enggan berkomentar terkait wacana komunikasi dirinya dengan Fredy Ardliyan Syah, putra bupati Fathul Huda sebagai bakal calon (balon) bupati dari PDI Perjuangan.

Dikonfirmasi terpisah, Mukaffi Makki, anggota DPRD Tuban dari PBB membenarkan partainya sudah berkomitmen dengan Partai Golkar untuk membangun koalisi di parlemen maupun pilkada. Karena partainya hanya memiliki satu kursi, kata dia, maka secara etika politik, PBB  menunggu keputusan partai berlambang beringin tersebut dalam Pilkada 2020. ‘’Etika harus dijaga, harus menunggu keputusan Partai Golkar. Kita nggak akan mendahului,’’ tegas dia.

Bagaiana rencana komunikasi Fredy dengan Golkar? Menurut dia, sampai saat ini masih dicari waktu yang tepat. Dia pun siap memfasilitasi rencana pertemuan tersebut, meski Gus Kaffi, sapaan akrabnya mengaku belum pernah bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Fredy.

Dia lebih lanjut menjelaskan,  rencana pertemuan tersebut muncul dari teman PAC Pemuda Pancasila Soko yang kebetulan bekerja di perusahaan Fredy. Menurut Gus Kaffi, Fredy  menyampaikan keinginannya ke PAC Soko untuk dikomunikasikan dengan Partai Golkar. Dirinya  selaku ketua MPC Pemuda Pancasila Tuban sekaligus politisi PBB yang bergabung satu fraksi dengan Partai Golkar akhirnya mengakomodir keinginan tersebut.

(bj/ds/zak/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia