Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

UMK 2020 Diproyeksikan Rp 2 Juta Lebih

12 Oktober 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Upah minimum kabupaten (UMK) tahun depan diproyeksikan naik dibanding tahun ini. Tahun depan UMK diperkirakan sekitar Rp 2 jutaan per bulan. Hanya, besaran angka itu masih dibahas hingga minggu depan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Agus Supriyanto menjelaskan, ada sejumlah indikator yang menyebabkan UMK tahun depan mengalami kenaikan. Yakni, kebutuhan hidup layak (KHL) di Bojonegoro. ’’Kita sudah melakukan survei KHL,’’ jelasnya.

Hasil survei yang dilakukan dewan pengupahan dan dinperinaker menyatakan, bahwa tahun depan biaya KHL mencapai Rp 1.900.000 per bulan. Sehingga, tahun depan UMK harus dinaikkan. ’’UMK tahun ini adalah Rp 1.858.400 per bulan,’’ jelasnya.

Agus melanjutkan, survei dilakukan di sejumlah titik. Yakni wilayah timur, barat, selatan, dan tengah Bojonegoro. Hasilnya, kemudian diambil rata-rata. Lalu, ditetapkan KHL tahun depan mencapai Rp 1,9 juta per bulan. 

Survei KHL meliputi semua kebutuhan hidup. Mulai makanan, tempat tinggal, pakaian, komunikasi, transportasi, dan lainnya. ’’Biaya hidup di kota dan di desa juga tentunya berbeda,’’ jelasnya.

Secara garis besar, lanjut Agus, UMK itu ditentukan oleh inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Ada rumusnya tersendiri untuk menghitungnya. Itu berlaku secara nasional.

Agus menjelaskan, saat ini besaran UMK masih dibahas antara pemkab, serikat buruh, asosiasi pengusaha, dan Pemprov Jatim di Malang. Hasilnya belum diketahui. ’’Jika sudah ada hasilnya, akan kita umumkan. Itu tadi kan masih prediksi,’’ jelasnya.

Proses penetapan UMK masih lama. Masih harus diajukan dulu ke gubernur. Pemprov nantinya akan menetapkan besaran UMK untuk setiap daerah di Jatim.

Agus menambahkan, UMK yang terlalu besar tentunya tidak baik untuk investasi. Sebaliknya, UMK yang terlalu kecil juga tidak baik untuk kesejahteraan buruh. Karena itu, UMK harus imbang antara kesejahteraan dan keberhasilan usaha.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro Sugihanto mengatakan, UMK 2020 diperkirakan mencapai Rp 2 jutaan. Sebab, hasil survei KHL menyatakan senilai itu. ’’Tapi nilai pastinya masih belum. Saat ini masih dalam pembahasan,’’ ujarnya.

Pembahasan masih akan berlangsung hingga minggu depan. Setelah itu, akan ditentukan besaran UMK 2020. Kemudian akan diajukan ke bupati. ’’Nanti bupati akan mengoreksi. Jika bupati setuju akan langsung dinaikkan ke provinsi,’’ jelasnya.

Untuk menentukan KHL ada 60 indikator. Namun, di antara 60 itu yang paling krusial adalah makanan, pakaian, dan rumah. Itu sangat memengaruhi besaran KHL di setiap daerah.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia