Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Dikira Meninggal, Dikubur, ''Hidup Lagi''

10 Oktober 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - Sunarto, 40, warga Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan kemarin (9/10) menggegerkan desanya. Bagaimana tidak, enam jam sebelum dia menampakkan diri, warga desanya mengira Sunarto sudah meninggal. Bahkan, tanah makam dengan nisan nama Sunarto masih basah.

Kabar mengagetkan ini viral dan ramai dibicarakan di media sosial (medsos).

Usut punya usut ternyata yang dimakamkan bukanlah jenazah Sunarto. Melainkan jenazah Wartim, warga Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.

Wartim meninggal saat mengendarai sepeda motor milik Sunarto dan terlibat kecelakaan dengan truk tronton di Desa Brondong, Kecamatan Pacitan, Lamongan.

Saat kecelakaan, tak ditemukan secuil pun identitas pada tubuh Wartim. Jenazah yang sudah tak berbentuk itu langsung dievakuasi ke RSUD dr. R. Koesma Tuban. Petugas Polsek Paciran yang mengevakuasi jasad korban kecelakaan tersebut hanya menemukan surat tanda nomor kendaraan (STNK) atas nama Sunarto di jok motor. Identitas di surat kendaraan itulah yang jadi pedoman petugas kepolisian dan rumah sakit untuk mengantarkan jenazah ke rumah Sunarto.

Pihak keluarga yang mendapat kabar Sunarto meninggal langsung menyiapkan liang lahat dan memakamkan jenazah tersebut. Pelayat pun datang silih berganti. Enam jam setelah dimakamkan, tiba-tiba Sunarto pulang dari beternak. Pria paro baya itu pun langsung menggegerkan keluarganya yang masih menerima para pelayat. Kejadian ini lantas didatangi Polsek Grabagan.

Kapolsek Grabagan AKP Ali Kanta dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban menjelaskan, petugas yang mendatangi rumah duka langsung memintai keterangan yang bersangkutan. Berdasarkan keterangan petani tersebut, sepeda motor miliknya dipinjam Wartim sejak Minggu (6/10). Senin (7/10) dini hari, Wartim terlibat kecelakaan tersebut. ‘’Setelah dilakukan penyelidikan ternyata yang terlibat kecelakaan adalah Wartim, peminjam motor tersebut,'' jelas Ali.

Perwira berpangkat balok tiga di pundak itu mengatakan, usai diklarifikasi, nisan yang awalnya bertuliskan nama Sunarto akhirnya diganti dengan Wartim. Itu pun atas persetujuan pemerintah desa dan keluarga korban. ‘’Pihak desa menyetujui kalau Wartim dimakamkan di kompleks pemakaman Desa Gesikan. Begitu pula keluarga korban,'' ungkap dia.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia