Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Terpidana Korupsi DPMLUEP

Andreas Wahyono Bayar Denda Rp 200 Juta

10 Oktober 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BAYAR DENDA: Istri dan anak Andreas Wahyono mengembalikan uang ke tim jaksa di kantor kejari, Selasa (8/10).

BAYAR DENDA: Istri dan anak Andreas Wahyono mengembalikan uang ke tim jaksa di kantor kejari, Selasa (8/10). (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Andreas Wahyono, mantan kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Bojonegoro akhirnya membayar denda Rp 200 juta. Terpidana korupsi dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPMLUEP) menyerahkan uang denda ke kantor kejaksaan negeri (kejari), Selasa (8/10).

Denda tersebut sebagaimana putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Yakni pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta. Apabila tidak dibayar, pidana kurungan selama 6 bulan.

“Uang senilai Rp 200 juta itu dibayarkan oleh istri dan anak terpidana, Selasa lalu,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro Achmad Fauzan kemarin (9/10).

Terpidana yang kini mendekam di tahanan ini juga telah membayar sisa kerugian negara senilai Rp 16 juta. Terpidana ditahan kejari pada 16 Mei 2019. Terpidana juga eks Kepala BKP Bojonegoro yang sebelumnya sempat mangkir. Hingga akhirnya memenuhi panggilan.

Perkara ini juga menyeret mantan Kepala BKP Jawa Timur (Jatim) Tajudin Tahir. Hanya, terpidana belum dieksekusi. Menurut Fauzan, terpidana hingga sekarang masih dalam kondisi sakit stroke. Sehingga, pihaknya belum bisa mengeksekusi terpidana.

“Orangnya sampai sekarang masih sakit,” ungkap dia.

Sementara itu, DPMLUEP bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2007. Penyidikan perkara ini sudah dimulai sejak 2009. Namun sempat mangkrak kurang lebih delapan tahun. Jumlah kerugian negara diperkirakan senilai Rp 1,1 miliar dari total APBN 2007 senilai Rp 4 miliar.

(bj/gas/rij/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia