Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Suporter Berharap Manajemen Banding

Persibo Disanksi tanpa Penonton

10 Oktober 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Persibo Bojonegoro mendapat cobaan berat menjalani Liga 3. Persibo mendapat hukuman berlipat usai insiden melawan Nganjuk Ladang FC Sabtu (5/10) lalu. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur (Jatim) memastikan Persibo didenda Rp 20 juta.

Sanksi terberat, komdis PSSI menghukum laga tanpa penonton, baik kandang maupun tandang hingga akhir kompetisi Liga 3 2019. Persibo juga bakal kehilangan Ridho Nurcahyo. Pemain bernomor punggung 10 itu dihukum dilarang ikut serta aktivitas sepak bola selama 12 bulan.

Komdis PSSI Jatim juga menghukum Ridho dengan denda Rp 5 juta. Meski begitu, manajemen Persibo akan segera melakukan rapat internal. Dan berupaya mengajukan banding atas keputusan komdis.

’’Kemungkinan besar kita tetap melayangkan banding agar ada toleransi hukuman,” kata Humas Persibo Ibnu Muttaqin kemarin (9/10).

Berdasar surat putusan Komdis PSSI Jatim Nomor: 057/Komdis/PSSI-Jatim/X/2019 tanggal 8 Oktober 2019, Persibo telah melanggar pasal 70 dan 57 Kode Disiplin PSSI. Sedangkan, Ridho Nurcahyo melanggar pasal 50 (1)(b). Ridho dinilai melakukan kekekerasan terhadap perangkat pertandingan.

Pasal 70 merupakan tindakan suporter Persibo yang memasuki lapangan tanpa seizin perangkat pertandingan. Melakukan tindakan kekerasan terhadap perangkat pertandingan, dan merusak papan backdrop serta reklame di pinggir lapangan.

Sedangkan, pasal 57 tentang tindakan kekerasan suporter Persibo hingga mengakibatkan pertandingan terhenti.

Ibnu, sapaannya, mengatakan, insiden tersebut merupakan sebab akibat dan cobaan untuk lolos Liga 2. Sehingga, pihaknya tetap berharap mendapat keringanan hukuman dari komdis. Telah berkoordinasi dengan seluruh manajemen dan akan mengadakan rapat internal.

Tentunya, rapat persiapan mengajukan banding. Namun, dia belum bisa menyampaikan terkait kepastian waktu agenda rapat internal. ’’Karena sejumlah pengurus masih ada kegiatan di luar kota,” ujar pria asal Kecamatan Kota itu.

Sementara itu, suporter Persibo mendesak agar manajemen segera mengajukan banding. Sebab, larangan tanpa penonton cukup berpengaruh pada tim. Terlebih, hukuman tersebut berlaku di kandang maupun tandang dan bahkan hingga akhir kompetisi Liga 3 Jatim.

Sehingga, untuk sementara, pada match day keenam melawan Bumi Wali FC Tuban Minggu (13/10) mendatang di Stadion Letjend H. Soedirman (SLS), suporter akan tetap memberi dukungan dengan cara lain.

’’Kita tetap akan datang untuk memberi dukungan dengan mengadakan nobar di depan stadion,” jelas Andri Adi Kusuma perwakilan Drago Tifoso Curva Nord.

Selain itu juga akan tetap memasang spanduk berisi dukungan kepada Persibo di dalam SLS. Bukan sekadar memberi dukungan, suporter akan melakukan penggalangan donasi meringankan hukuman denda Persibo.

’’Misalkan tidak bisa hadir ke stadion, kita juga menerima donasi via transfer bank,” ucap dia.

Hal senada juga dikatakan Arif Bondet dari perwakilan Boromania. Pihaknya telah melakukan koordinasi dan memunculkan kesepakatan tersebut bersama seluruh suporter. Di sisi lain dia hanya berharap insiden ini dapat dijadikan pelajaran.

’’Sehingga hal semacam ini tidak terulang lagi,” ujar dia.

Sebab, larangan tanpa penonton akan mengganggu kondisi Persibo. Terlebih, pemasukan tiket penonton yang notabene cukup krusial bagi aspek finansial tim sekelas Liga 3. Sehingga dia juga berharap manajemen segera melayangkan banding.

’’Semoga ada keputusan baik atau meringankan dari komdis,” ujar pria asal Kecamatan Kapas ini.

(bj/dny/rij/yan/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia